JAKARTA, Koranmadura.com – Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR Said Abdullah menilai, Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) menjadi macan ompong.
Pasalnya, lembaga itu tidak mampu menghentikan aksi brutal Israel ke Jalur Gaza yang sudah menewaskan lebih dari 10.000 rakyat Palestina di Jalur Gaza.
“Pada Jumat 27 Oktober 2023 Majelis Umum PBB sebagai forum tertinggi PBB telah mengambil voting, sebanyak 120 negara mendukung resolusi gencatan senjata, 14 negara menolak dan 45 negara abstain,” kata Said Abdullah di Jakarta, Sabtu 11 November 2023.
Politisi senior PDI Perjuangan itu meneruskan, “Majelis Umum PBB memutuskan dilakukan gencatan senjata, namun resolusi ini seperti melukis langit. Keputusan yang tiada artinya di lapangan.”
Meski demikian, Said Abdullah mengapresiasi langkah Pemerintah Indonesia dan berbagai organisasi kemasyarakatan yang mengirim bantuan kemanusiaan untuk warga Palestina.
Lebih jauh Said mengharapkan Pemerintah Indonesia bisa melakukan langkah-langkah yang lebih progresif untuk membantu menyelamatkan rakyat Jalur Gaza dari gempuran Israel.
Terkait itu, Said mengusulkan sejumlah hal konkret. Pertama, mengusahakan berjalannya resolusi gencatan senjata melalui Dewan Keamanan PBB.
Meskipun saat ini Indonesia tidak menjadi anggota Dewan Keamanan PBB, tetapi Indonesia harus tetap berusaha keras melobi DK PBB.
Indonesia, kata dia, bisa menempuh cara cara luar biasa untuk menekan DK PBB meloloskan resolusi konflik, seperti menggalang kekuatan kekuatan strategis seperti di ASEAN dan OKI
Kedua, Said mendorong aliansi regional seperti OKI, ASEAN maupun poros kekuatan baru dengan Rusia dan Tiongkok untuk menekan Israel, melalui sanksi ekonomi, maupun penyiagaan pasukan pemeliharaan perdamaian secara langsung di perbatasan Israel dan Palestina.
Ketiga, menyiapkan usulan rencana kerja internasional, khususnya melalui badan badan PBB untuk rekonstruksi dan pembangunan di Palestina paskaperang.
Keempat, menyiapkan peta jalan bersama melalui kekuatan regional seperti OKI, ASEAN dan negara negara besar untuk mewujudkan kemerdekaan sepenuhnya atas Negara Palestina.
Kelima, mengusulkan peta jalan reformasi menyeluruh atas PBB agar badan dunia ini bisa menjadi solusi menyeluruh atas krisis dunia yang diakibatkan oleh perang, bencana alam, kemerosotan ekonomi, dan sosial. (Gema)