BANGKALAN, koranmadura.com – Lokasi Puskesmas Kokop, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur dinilai sudah tidak representatif dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat setempat.
Hal tersebut diakui oleh Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan, Nur Hasan. Menurut dia, luas tanah Puskesmas Kokop memang masih di bawah standar yang telah ditentukan di Permekes.
“Saya bersama anggota Komisi D yang lain dan mahasiswa Sidak ke Puskesmas Kokop kemarin 6 November, ternyata butuh banyak pembaharuan,” kata dia, Selasa, 7 November 2023.
Selain lokasi Puskesmas yang jadi sorotan, rombongan Komisi D juga melihat ruang rawat inap pasien, poli dan beberapa ruangan lain. Hasil Sidak ini menjadi acuan memperbaiki Puskesmas Kokop.
“Secara umum memang sudah bagus, meskipun jauh dari sempurna. Tapi kekurangan-kekurangan kami akan sampaikan ke dinas terkait,” ujarnya.
Sementara Ketua Persatuan Mahasiswa Kokop (PMK), Subairi yang ikut pada saat Sidak menyampaikan, pihaknya tetap berkomitmen mengawal kinerja Puskesmas Kokop dalam pelayanan kesehatan.
Dirinya sebagai putra daerah Kokop merasa prihatin, jika masyarakat setempat lebih memilih berobat ke Puskesmas Geger, Blega hingga Sepulu. Dia menilai ada yang tak beres di Puskesmas Kokop.
“Kenapa masyarakat Kokop pilih berobat ke Geger, Blega, dan Sepulu?, karena pelayanan dan kinerja di Puskesmas Kokop buruk. Jadi, ini yang kami kawal,” tegasnya. (MAHMUD/DIK)