SAMPANG, koranmadura.com – Aksi teror pembakaran mobil kembali terjadi lagi di wilayah utara Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur. Kasus pembakaran mobil secara misterius tersebut terhitung sudah ketiga kalinya.
Aksi teror kali ini menimpa Fahri Soleh, warga asal Dusun Karang Barat, Desa Banyusokah, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang. Peristiwa terbakarnya kendaraan pribadi jenis HRV dengan nopol M 1443 NN terjadi saat terparkir di garasi depan rumahnya pada Sabtu, 18 November 2023, sekitar pukul 01.30 WIB.
Peristiwa terbakarnya mobil diketahui penghuni rumah setelah api terlihat membesar. Kobaran api yang semakin membesar membuat mobil hangus menjadi kerangka.
Fahri Soleh (27), pemilik mobil mengambil langkah dengan melaporkan secara resmi ke Mapolres Sampang, dengan sebelumnya telah mengadukan ke pihak Mapolsek Ketapang usai kejadian.
“Sekarang ini saya melaporkan secara resmi ke Polres Sampang atas peristiwa mobil saya yang terbakar oleh orang misterius. Sebelumnya kami mengadukan ke Polsek Ketapang,” ujarnya kepada awak media saat ditemui di Mapolres Sampang, Senin, 20 November 2023.
Lanjut Fahri Soleh menceritakan, saat kejadian kondisi di rumahnya sedang gerimis dan istrinya terbangun di tengah malam untuk membuat susu anaknya. Karena suara rintik gerimis terdengar berbeda, istrinya kemudian keluar rumah hanya sekedar melihat situasi. Namun tidak disangka, istrinya melihat mobil miliknya yang diparkir terbakar di bagian belakangnya. Sontak kemudian istrinya membangunkan orang tua dan meminta tolong ke tetangga untuk melakukan pemadaman.
“Karena api semakin membesar dan sempat terdengar ledakan, mobilnya pun tidak bisa terselamatkan,” katanya.
Dirinya mengaku, selama ini dirinya tidak merasa mempunyai musuh. Bahkan dirinya mengaku tidak mempunyai keterkaitan kekeluargaan maupun hubungan lainnya dengan dua korban mobil terbakar akibat aksi teror misterius sebelumnya.
“Tidak ada hubungan kerabat apa pun dengan korban-korban yang lain. Karena yang lain tetangga desa, ya kami hanya sebatas tahu saja. Tapi yang jelas dengan korban lainnya, kami bukan rekan kerja dan bukan pula teman. Dan saya pun tidak merasa mempunyai masalah sebelumnya,” ungkapnya.
Pasca kejadian itu, Fahri Soleh mengatakan hanya menemukan kain yang berbau minyak seperti solar yang terletak di bagian ban belakang di sisi kiri.
“Sebelum terbakar tengah malamnya, sekitar pukul 18.00 WIB, mobil itu masih dibawa keluar dan sekitar pukul 20.00 WIB, sudah tiba di rumah. Dan sekitar pukul 22.00 WIB, seisi rumah sedang istirahat,” tuturnya.
Dari peristiwa terbakarnya mobil miliknya, Fahri Soleh menyebutkan jika keluarganya bahkan tetangganya merasa keheranan. Sebab sejauh ini, keluarganya tidak memiliki konflik apa pun dengan orang lain.
“Makanya terheran-heran saja dengan peristiwa itu. Motifnya apa, keluarga juga bingung. Makanya kami melaporkan peristiwa ini agar pelakunya terungkap. Dan kami menduga pelaku lewat belakang yang pagarnya terbuat dari kayu. Dan sayangnya CCTV di rumah sedang rusak karena sudah lama trouble,” pungkasnya.
Sementara Kasi Humas Polres Sampang, Ipda Sujianto membenarkan adanya kejadian pembakaran mobil yang ketiga yang terjadi di daerah Kecamatan Ketapang. Dua kejadian sebelumnya terjadi di Desa Paopale Laok, dengan motif yang hampir sama terbakar tengah malam di garasi. Dan saat ini, pemilik melaporkan ke Mapolres Sampang atas peristiwa tersebut.
“Hari ini kami menerima pelaporan terkait mobil yang terbakar beberapa hari yang lalu. Saat ini pelapor masih diperiksa dimintai keterangan atas kejadian yang dialami,” katanya.
Disinggung soal peristiwa yang sama, dua mobil yang terbakar lainnya dalam sebulan ini, Ipda Sujianto membenarkan peristiwa mobil terbakar sudah terjadi yang ketiga kalinya.
Pembakaran yang pertama yang menimpa mobil Kiai Ahmad Bahri beliau hingga saat ini belum melapor. Sedangkan untuk peristiwa yang kedua sudah melapor dan saat ini masih menunggu hasil Labfor Polda Jatim.
“Untuk kejadian yang pertama kami tidak bisa melakukan uji LAB. Karena untuk mendatangkan LAB dasarnya, kan, laporan. Kalau yang kedua masih menunggu hasil pemeriksaan Labfor untuk mengetahui penyebabnya. Dan yang ketiga ini masih baru laporan. Memang motifnya hampir sama, terjadi tengah malam dan ditemukan kain. Bisa jadi pelakunya pun sama, tapi yang jelas tunggulah hasil Labfor, karena kami pun tidak bisa berandai-andai, dan semua itu harus ada bukti,” katanya. (MUHLIS/DIK)