Oleh: Miqdad Husein
Penampilan Cawapres Gibran Rakabuming Raka pada perdebatan perdana sempat sedikit mengejutkan pemirsa.
Gibran tampil tidak biasanya, yang gagap dan planga plongo.
Ia tampil relatif lancar dan jauh berbeda.
Banyak yang tanda tanya, kok Gibran tiba-tiba berubah.
Belakangan muncul analisa Roy Suryo yang dikenal sebagai ahli telematika.
Roy, dalam cuitnya memberikan paparan bahwa pada sesi pertama Gibran memakai tiga mic, yang mengindikasikan dugaan adanya bantuan mengarahkannya sehingga berbicara terkesan fasih.
Sempat ada koreksi dari beberapa nitizen bahwa semua Cawapres baik Cak Imin maupun Mahfud MD, juga memakai tiga mic.
Roy kembali menegaskan bahwa Gibran sendirian memakai tiga mic pada sesi pertama, baru setelah jeda Cak Imin dan Mahfud MD memakai dalam jumlah sama.
Namun nitizen yang lebih kritis justru makin menegaskan kebenaran dugaan Roy Suryo.
Bisa jadi, setelah jeda pertama Cak Imin dan Mahfud dipasangkan tiga mic juga, untuk menghindari kecurigaan.
Jadi, tiga mic yang dipakai pasangan nomor satu dan tiga hanya kamuflase -asesoris- untuk mengurangi kecurigaan.
Penggunaan tiga mic pun dipertanyakan kepentingannya untuk apa?
Berbagai temuan makin bertebaran seperti suara pelan perempuan yang mengucapkan kata ‘sudah’ ketika Gibran mau selesai bicara.
Jelas, bukan suara moderator, yang pasti terdengar keras.