Oleh: MH. Said Abdullah
Relasi antar kader partai dalam jajaran pemerintahan seperti seorang Presiden dengan Gubernur dan Bupati/Walikota dapat mengefektifkan komunikasi sehingga berbagai masalah kemasyarakatan dapat lebih mudah dituntaskan dan diselesaikan.
Ada potensi lebih mudah terbangun rasa saling percaya, karena merasa mengenal satu sama lain, selain karena hubungan hirakris pemerintahan. Selalu ada nilai lebih jalinan komunikasi antar internal kader partai, yang duduk dalam pemerintahan.
Apa yang belakangan ini terkuat ke permukaan tentang peran Ganjar Pranowo, yang saat itu masih menjadi Gubernur Jawa Tengah, dalam pemberlakuan kebijakan penanganan pandemi Covid 19 merupakan contoh urgensi relasi komunikasi antar kader partai.
Betapa besar manfaat relasi antar kader partai yang sama-sama duduk dalam pemerintahan sehingga penanganan pandemi Covid 19 di negeri ini tergolong paling sukses di dunia.
Sebagaimana beredar di berbagai media sosial, saat pemerintah akan memberlakukan lockdown dalam penanganan Covid 19, Gubernur Ganjar Pranowo menghubungi Presiden Jokowi.
Ganjar memberikan masukan berdasarkan data kualitatif dan kuantitatif agar pemerintah jangan sampai memberlakukan lockdown.
Sementara saat itu hampir semua kalangan, termasuk banyak pengamat menyarankan bahkan menuntut pemerintah agar segera memberlakukan lockdown.
Beberapa ahli dari luar negeripun menyampaikan himbauan sehingga praktis Presiden Jokowi dikepung tekanan luar biasa untuk memberlakukan lockdown.
Masukan Gubernur Ganjar Pranowo, yang karena data kualitatif dan kuantitatif rasional, yang disampaikan secara meyakinkan akhirnya menjadi pilihan keputusan Presiden Jokowi.