SAMPANG, koranmadura.com – Usai adanya penetapan satu orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi Bansos Bantuan Langsung Tunai (BLT) DD 2020 di Desa Gunung Rancak, kini ratusan warga yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Sampang Bersatu (AMSB), mendatangi kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang dengan membawa karangan bunga dan beberapa poster.
Mereka menuntut penuntasan kasus dugaan tindak pidana korupsi BLT DD di Desa Gunung Rancak dan adanya penetapan tersangka baru terhadap pihak lainnya yang terlibat selain bendahara desa.
“Kalau hanya bendahara yang jadi tersangka, lalu bagaimana dengan Kadesnya? Jadi kami berharap ada pengembangan tersangka baru, jangan sampai Kejari takut diintervensi oleh pihak-pihak tertentu sehingga kasus korupsi ini berhenti begitu saja,” ujar korlap aksi Hanafi, di depan kantor Kejari setempat, Rabu, 6 Desember 2023.
Sementara Kasi Pidsus Kejari Sampang, Tri Satrio Wahyu Murthi menyampaikan kasus dugaan korupsi BLT DD Gunung Rancak dipastikan berjalan sebagai mana prosedur yang berlaku. Oleh sebab itu, pihaknya meminta para demonstran untuk bersabar.
“Untuk menetapkan tersangka dan siapa saja yang bertanggung jawab dalam perkara ini semua butuh SOP, kami tidak mau zalim, termasuk jika nanti ada indikasi yang bersangkutan. Jadi, mohon sabar, karena semua ada strateginya,” katanya.
Kasi Pidsus itu menegaskan dalam penanganan perkara tersebut, pihaknya tidak pernah diintervensi oleh siapa pun.
“Percayalah kepada kami, dalam kasus ini tidak ada satu pun pihak yang mengintervensi, setelah ada penetapan tersangka baru, pasti akan kami umumkan,” pungkasnya. (MUHLIS/DIK)