BANGKALAN, koranmadura.com – Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Dispertahorbun) Bangkalan, Madura, Jawa Timur mengimbau petani agar menebus pupuk subsidi secara kolektif.
“Ada beberapa petani belum tebus pupuk secara kolektif. Jadi, kami imbau ke petani agar menebus secara kolektif,” kata Kabid Prasarana, Sarana dan Penyuluhan, Diapertahorbun Bangkalan, C. Henry Kusumas Karyadinata, Rabu, 6 Desember 2023.
CHK sapaan akrab C. Henry Kusumas Karyadinata menyampaikan penebusan pupuk subsidi secara kolektif sebagai upaya memberikan kemudahan kepada petani dan meminimalkan biaya transportasi.
“Petani tidak perlu repot-repot ke kios ambil pupuk dan juga bisa mengurangi biaya transportasi jika ditebus secara kolektif,” kata dia.
Pihaknya menambahkan, penebusan pupuk subsidi secara kolektif dapat dilakukan melalui kelompok tani (Poktan) dan mengisi kartu penebusan, dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditentukan.
“Poktan menebus pupuk subsidi ke kios sesuai HET. Pupuk merek Urea Rp112.500 dan NPK Rp115.000,” ujarnya.
Untuk diketahui bahwa hingga Oktober 2023 pupuk Urea sudah terserap 10.732 ton, dan masih tersisa 11.294 ton. Sementara pupuk jenis NPK terpakai 5.628 ton dan tersisa 8.317 ton.
“Kami pastikan hingga akhir 2023 pupuk subsidi aman dan tidak akan terjadi kelangkaan,” pungkasnya. (MAHMUD/DIK)