BLITAR, Koranmadura.com – Ulama dan dai kondang Muhammad Iqdam atau yang akrab disapa Gus Iqdam menitipkan sebuah sarung untuk calon presiden (Capres) Ganjar Pranowo lewat istrinya, Siti Atikoh.
Sarung itu dititipkan ke Siti Atikoh yang mengikuti pengajian rutin Gus Iqdam bersama Majelis Ta’lim Sabilu Taubah asuhan Gus Iqdam di Blitar, Jawa Timur, pada Senin 18 Desember 2023 malam. Pengajian ini dilakukan setiap malam Selasa.
Siti Atikoh baru tiba di lokasi acara pada pukul 22.50 WIB. Begitu sampai, Atikoh langsung bergabung di mimbar bersama Gus Iqdam.
Atikoh tampak didampingi Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin dan istrinya, Novita Hardini.
Di hadapan ribuan jama’ahnya, ulama kondang dengan istilah ‘dekengan pusat’ itu tanpa ragu memuji Atikoh.
“Kemarin dikabari orang-orang, ‘Insya Allah Bu Atikoh mau ke rumah jenengan‘. (Saya) bingung yang mana orangnya. Ternyata masih muda dan luar biasa tawadhu’,” ujar Iqdam seloroh.
Gus Iqdam mengira Siti Atikoh tidak jadi datang karena sudah menjelang tengah malam. Namun ia senang karena Siti Atikoh akhirnya datang, meski sudah hampir tengah malam.
Dalam pengajiannya tadi malam, Gus Iqdam menyampaikan amalan yang bisa dilakukan seorang istri untuk membantu suami jika ada keinginan yang dituju.
‘Ijazah’ tersebut adalah bangun di sepertiga malam untuk Salat Tahajud dan mengajak suami berjamaah.
“Suaminya ingin jadi presiden, wanita harus berani tahajud dan membangunkan suaminya. Sebelum jadi ibu negara aku nasihati dulu. Gayanya, ampun bu” tutur Gus Iqdam dengan candaan khasnya.
Gus Iqdam mengatakan, Atikoh yang datang untuk mengaji ini takkan dibiarkan pulang sengan tangan kosong.
“Itu resep. Walaupun jalur kampanye ya harus, ini kan hajatnya beliau ngaji. Ya saya harus bisa bawain beliau oleh-oleh, ya itu, suwuk jalur langit saja.”
“Nanti pas sama bapak (Ganjar) dicolek, ini ijazah dari Gus Iqdam, cukup dua raka’at,” ujarnya.
Cerita Siti Atikoh Kenal Gus Iqdam
Pada kesempatan itu Gus Iqdam bertanya tentang bagaimana awal mula Siti Atikoh mengenalnya.
Mendengar itu, Siti Atikoh berkisah bahwa ia tahu Gus Iqdam, setelah seringkali disebut mirip dengan istrinya, Ning Nila.
“Tapi karena penasaran saya lihat di YouTube karena untuk ngaji langsung saya kesulitan waktu. Jadi sekali waktu saya, livestreaming. Itu sangat bermanfaat buat saya,” cerita Siti Atikoh.
Siti Atikoh juga sangat sepakat dengan Gus Iqdam tentang pentingnya setiap insan Islami melakukan tahajud.
Seusai pengajian, Gus Iqdam mengajak Atikoh mampir di kediamannya. Tampak Nyai Lam’atul Walidah, ibunda Gus Iqdam mendampingi, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin, dan istrinya, Novita Hardini.
Mereka berbincang banyak hal. Gus Iqdam menceritakan perjalanan Majelis Taklimnya hingga kini memiliki ribuan jama’ah.
Saat berpamitan, Gus Iqdam menitipkan sarung kepada Siti Atikoh untuk diberikan pada Ganjar Pranowo. (Gema)