PAMEKASAN, koranmadura.com – Penjabat Bupati Pamekasan, Madura Jawa Timur, Masrukin menyebutkan di wilayahnya menjadi salah satu daerah yang berpotensi bencana alam cukup tinggi.
Bencana alam yang dimaksud, seperti longsor, banjir, angin puting beliung, kekeringan, kebakaran lahan dan hutan, gelombang pasang, abrasi, dan lainnya.
Menurutnya bencana itu salah satunya akibat adanya pembangunan yang tidak mengacu kepada konsep pembangunan berbasis mitigasi bencana dan juga berbagai aktivitas manusia yang tidak berhenti mengeksploitasi lingkungan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
“Itu berimplikasi luas terhadap rusaknya kondisi alam,” ungkap Masrukin, Rabu, 27 Desember 2023.
Sehingga dengan itu, kata mantan Sekretaris Dewan itu, maka terjadi bencana alam berupa kerusakan, longsor, banjir, dan kebakaran.
“Berdasarkan data yang kita miliki di tahun 2022 untuk Kabupaten Pamekasan mengalami sembilan kejadian bencana banjir, 52 kejadian cuaca ekstrem dan 39 kejadian bencana tanah longsor. Terus 7 kejadian bencana kebakaran lahan, serta 3 kejadian bencana gelombang ekstrem dan abrasi,” jelasnya. (SUDUR/DIK)