BANGKALAN, koranmadura.com – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2024 di Bangkalan, Madura, Jawa Timur minus Rp10 miliar. Namun tunjangan kepala desa (Kades) naik drastis.
Diketahui, berdasarkan data yang diterima oleh koranmadura.com, tunjangan Kades semula Rp420 ribu per bulan, kini pada 2024 mendatang naik drastis menjadi Rp2 juta hingga Rp2,5 juta.
Pj Bupati Bangkalan, Arief Mulya Edie mengatakan selama beberapa tahun terakhir tunjangan perangkat desa tidak pernah naik. Sementara tugas mereka cukup besar dalam melayani warganya.
“Pertimbangan kami tunjangan perangkat di Bangkalan tidak pernah naik, daerah lain sudah. Kenaikan tunjangan ini juga persetujuan legislatif,” kata dia, Selasa, 12 Desember 2023.
Di sisi lain, pihaknya menaikkan tunjangan perangkat karena 2024 mereka akan menghadapi Pemilu. Di mana, perangkat desa punya tanggung jawab menjaga hajat lima tahunan itu berjalan kondusif.
“Jadi, mereka (perangkat desa) punya tugas tambahan untuk Pemilu dan Pilkada, yaitu menjaga keharmonisan dan kondusivitas desa masing-masing,” tandasnya.
Sementara, Sekretaris Asosiasi Kepala Desa (AKD) Bangkalan, Jayus Salam mengatakan, pekerjaan perangkat desa tak kenal waktu. Kapan pun dibutuhkan rakyatnya, harus siap melayani.
“Kita sebagai perangkat harus melayani masyarakat kapan saja. Jadi, kenaikan tunjangan ini sebagai langkah baik dari pemerintah,” kata dia.
Ketua Komisi A DPRD Bangkalan, Syaiful Anam mengatakan, tunjangan yang bisa dinaikkan sekitar Rp2 juta – Rp2,5 juta hanya kades saja. Sedangkan perangkat lain belum bisa disebabkan ketersediaan anggaran.
“Anggaran belum cukup untuk semua perangkat desa, sementara hanya Kades yang naik. Karena anggaran kita digunakan untuk Pilkada,” pungkasnya. (MAHMUD/DIK)