SURABAYA, Koranmadura.com – Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) menjadi salah satu aspirasi paling banyak disampaikan masyarakat kepada istri Capres Ganjar Pranowo, Siti Atikoh, dalam safari politiknya ke Jawa Tengah dan Jawa Timur pada 17-20 Desember 2023.
Dalam keterangannya kepada wartawan di Surabaya, Selasa 19 Desember 2023 malam, Siti Atikoh menjelaskan, penyebab KDRT sudah mengalami pergeseran.
Kalau dulu, kata dia, penyebab dominan KDRT adalah faktor kesulitan ekonomi yang ditanggung laki-laki pelaku sebagai pencari nafkah utama.
Sekarang, alpha women (perempuan karier) justru juga menjadi korban KDRT. Kekerasan tipe ini, perempuan korban KDRT justru memiliki karier cemerlang dan tidak mau melaporkan terjadinya pidana kekerasan ke kepolisian.
Siti Atikoh mengatakan, para korban dengan karier cemerlang justru merasa rendah diri dan menganggap ada tanggung jawab domestik rumah yang terbengkalai sehingga tak melaporkan tindak KDRT dari pasangan.
“Kadang perempuan yang posisi karier sangat luar biasa, ada rasa bersalah ketika dia tidak bisa mencukupi seluruh tanggung jawab di domestik, sehingga ketika mereka jadi korban, diam saja,” ujarnya.
Dia meneruskan, “Tidak mau speak up, karena, oh, iya, mungkin ada tugas-tugas saya yang terbengkalai.”
“Jadi ada pola pergeseran. Kalau dahulu, kan, semua mayoritas, ya, korban KDRT itu ketergantungan kepada pasangannya,” imbuh alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM) itu.
Dia melanjutkan, “Kalau sekarang enggak. Tentu pendekatannya berbeda-beda. Bagaimana kita mereka yang strong women ini speak up, sehingga kita tahu permasalahan seperti apa, apa yang harus dilakukan.”
Lapangan Kerja
Siti Atikoh juga mengaku, selama blusukannya di Jawa Tengah dan Jawa Timur, banyak mendengar aspirasi tentang perlunya penyediaan lapangan kerja di dalam negeri demi menekan jumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI).
“Bagaimana pemerintah menekan jumlah TKI yang mempengaruhi pola pengasuhan anak, misalnya terkait lapangan kerja yang tersedia di Indonesia,” ujarnya lagi.
“Kemudian teman-teman, masyarakat wirausaha itu bisa menekan tenaga kerja yang bukan ahli. Tenaga kerja informal yang keluar negeri,” kata cucu dari KH Hisyam A Karim, pendiri Pondok Pesantren PP Riyadus Sholikhin Kalijaran itu.
Sehubungan dengan itu, Siti Atikoh memastikan, Capres-Cawapres nomor urut tiga Ganjar Pranowo dan Mahfud MD sudah punya program terhadap keluhan dan aspirasi yang didengar mantan wartawati itu selama blusukan.
Misalnya, Ganjar-Mahfud bakal memaksimalkan peran bimbingan konseling demi mendampingi korban kekerasan seksual di universitas dan sekolah.
Atikoh menyebut, Ganjar-Mahfud juga bakal membuat program Satu Puskesmas Satu Desa yang di situ bakal disediakan seorang psikolog mendampingi korban kekerasan seksual.
Kemudian, kata Atikoh, Ganjar-Mahfud bakal membuat program 17 juga lapangan kerja yang ramah terhadap kaum disabilitas.
“Aksesibilitas terhadap lapangan kerja bagi kaum disabilitas ini, programnya memang membuka lapangan kerja 17 juta, ya, termasuk kemarin juga difabel, akses pendidikan mereka juga,” kata Atikoh.
Selain itu, Atikoh mengaku banyak menerima keluhan rakyat tentang harga kebutuhan pokok yang naik seperti beras, bawang merah dan putih, serta cabai.
“Terutama emak-emak tentang harga kebutuhan pokok yang mereka merasa masyarakat ini berat sekali begitu, karena kalau beras naik, otomatis kebutuhan lain naik. Kemudian bawang merah dan bawang putih, itu juga menjadi bagian di bahan pokok di rumah. Cabai dan sebagainya. Itu keluhan yang pertama,” kata Atikoh. (Gema)