PAMEKASAN, koranmadura.com – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, meminta para pedagang untuk tidak menimbun beras terlalu banyak. Sebab, harga beras masih belum stabil.
Hal itu setelah ditemukan salah satu toko di pasar 17 Agustus yang menimbun beras terlalu banyak pada beberapa hari lalu. Hal ini diungkap Kepala Disperindag Pamekasan, Basri Yulianto.
Menurutnya dengan adanya temuan tersebut pihaknya sudah mengingatkan para pedagang untuk tidak menstok beras terlalu banyak, karena harga beras masih belum stabil, apalagi sudah masuk di akhir tahun.
“Juga terlalu banyak nimbun atau nyetok kasihan pedagang yang lain, sementara kondisi harga beras belum stabil,” kata Basri Yulianto, Selasa, 12 Desember 2023.
Selain itu, Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Pamekasan, Sitti Solehah mengatakan harga tersebut terbilang stabil, meskipun ada kenaikan dari harga eceraran tertinggi (HET).
“Hasil rapat inflasi kemarin pada hari Senin untuk harga beras sampai saat ini masih dalam keadaan dalam stagnan, dalam artian tidak ada kenaikan. Tetapi tidak ada penurunan saat ini, masih dalam harga yang cukup stabil walaupun ada kenaikan di mana kenaikan itu dimaksud adalah di atas HET Rp11.000 per kg, saat ini untuk harga beras medium itu sekitar ada yang Rp12.000 sampai dengan Rp12.300. Itulah kenaikan yang terjadi saat ini,” katanya.
Menurutnya, masuk musim hujan ini diperkirakan harga beras akan turun. Sebab banyak petani sudah melakukan tanam padi.
“Insya Allah harga beras di sekitar bulan Februari -Maret mendatang akan terjadi penurunan. Namun yang disampaikan badan Ketahanan Pangan Nasional sampai bulan Desember stok beras Alhamdulillah dalam keadaan aman,” jelasnya.
Perlu diketahui, berdasarkan siskaperbapo.jatimprov, per tanggal 12 Desember 2023 beras mengalami penurunan, awalnya Rp13.924 per kg jenis beras premium, sekarang Rp12.967 dan beras medium awalnya Rp11.284 per kg menjadi Rp10.933 per kg. (SUDUR/DIK)