JAKARTA, Koranmadura.com – Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Usman Hamid mengungkapkan, panggung rakyat bertema Bongkar menunjukkan kegelisahan sekaligus juga kesetiaan pada nilai-nilai luhur Republik Indonesia yang cinta pada keadilan dan kesejahteraan.
Hal tersebut disampaikan Usman Hamid dalam orasinya di acara Panggung Rakyat yang digelar oleh Aliansi Selamatkan Demokrasi Indonesia (ASDI) di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu 9 Desember 2023). Acara ini dihadiri oleh belasan ribu orang.
“Kita di sini berkumpul karena demokrasi kita mengalami regresi, mengalami represi. Kebebasan berekspresi direpresi,” tegas Usman Hamid dalam orasinya.
Menurut Usman Hamid, saat ini pengawasan rakyat melalui lembaga-legislatif dilemahkan. Bahkan pengawasan kekuasaan melalui badan peradilan juga dikebiri.
Ia lantas membeberkan kasus-kasus rakyat yang terjadi di era Presiden Joko Widodo (Jokowi).
“Kasus Haris Azhar, Budi Pego di Jawa Timur, Bang Long di Rempang, Mama Yosepha di Papua, dan terakhir adalah kasus Butet Kartaredjasa memperlihatkan bahwa kekuasaan sedang resah karena rakyatnya mulai bicara,” ungkapnya.
Presiden Jokowi, kata Usman, dengan kekuasaan eksekutifnya terus ingin berkuasa memperpanjang kekuasaannya.
“Dengan melemahkan kebebasan berekpresi, melemahkan kontrol rakyat dan dengan mengkebiri badan badan peradilan seperti Mahkamah Konstitusi,” ujarnya.
Bahkan, kata Usman, Jokowi lewat mantan Ketua MK Anwar Usman yang merupakan adik iparnya, meloloskan kepentingan anaknya Gibran Rakabuming Raka menjadi Cawapres.
Karena itu, Usman Hamid meminta ribuan pengunjung yang memadati Stadion Madya GBK untuk meneriakkan dengan lantang “lawan dinasti”.
“Kalau saya bilang selamatkan demokrasi, tolong teriak lawan dinasti,” ucap Usman.
“Selamatkan demokrasi,” teriak Usman.
“Lawan dinasti,” teriak ribuan pengunjung Panggung Rakyat. (Gema)