Jakarta, Koranmadura.com– Abu Bakar Ba’asyir menyampaikan pandangannya mengenai pemilihan presiden (pilpres) sebagai alat untuk membela Islam. Menurut Ba’asyir , dari tiga capres yang ada, hanya Anies Baswedan yang paham Islam.
Hal tersebut disampaikan Abu Bakar Ba’asyir dalam sebuah video berdurasi hampir 1 menit 41 detik di platform TikTok dengan akun @aniesvisioner.
Rekaman yang tersebar luas di media sosial tersebut telah dibenarkan anak Ba’asyir yakni Abdul Rohim, yang akrab disapa Iim.
Dalam pernyataannya, Ba’asyir menyatakan bahwa pilpres, meskipun bukan sebuah ideologi, dapat dianggap sebagai alat yang digunakan untuk membela nilai-nilai Islam.
Dia menyampaikan pandangannya mengenai bagaimana partisipasi dalam pilpres bisa diarahkan untuk kepentingan Islam, terutama melalui pemilihan seorang calon yang dianggap memahami prinsip-prinsip Islam.
“Pilpres itu bukan ideologi tapi adalah alat, maka kalau memang tujuan kita ikut pilpres untuk membela Islam itu boleh. Jadi, kita perlu mengikut pilpres ini untuk membela Islam, caranya memilih presiden yang paham Islam. Calon kita yang paham Islam hanya satu yaitu yang nomor satu namanya Anies Baswedan, itu yang wajib kita pilih,” kata Ba’asyir seperti dikutip pada Kamis, 18 Januari 2024.
Abu Bakar Ba’asyir menyoroti bahwa partisipasi dalam pilpres haruslah memiliki tujuan yang jelas, yaitu membela Islam. Memilih Anies Baswedan, menurutnya, dianggap sebagai langkah yang sesuai dengan tujuan tersebut.
Ia percaya bahwa Anies, jika terpilih, dapat membawa dampak positif bagi Islam dengan berupaya untuk menerapkan hukum-hukum Islam dalam pengaturan negara.
Ba’asyir menegaskan bahwa memilih Anies adalah suatu keharusan, karena diyakini bahwa ini merupakan langkah yang benar dalam membela Islam.
“Karena nanti kalau dia terpilih, ditakdirkan menjadi presiden, insyaallah banyak menguntungkan Islam, dia akan berusaha untuk mengatur negara ini dengan hukum-hukum Islam semampunya,” kata Ba’asyir
Ba’asyir juga berharap bahwa jika Anies Baswedan terpilih sebagai presiden, Islam akan mendapatkan manfaat dan pengaturan negara akan mencerminkan nilai-nilai Islam seoptimal mungkin.
“Jadi agar supaya semua umat Islam diberitahu itu jangan sampai tidak memilih, harus memilih. Tapi nomor satu yang harus dipilih, jangan yang lain. Tujuannya untuk kepentingan Islam, tujuan kita untuk membela Islam supaya tetap terawat dengan baik.” (Icel)