Bangkalan, Koranmadura.com – Aparat Kepolisian Resor (Polres) Bangkalan, Jawa Timur, masih berjaga-jaga untuk mengantisipasi kemungkinan adanya carok susulan antarwarga di Desa Tanjung Bumi, Kecamatan Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan. Carok massal yang terjadi pada Jumat (12/1) lalu menewaskan empat orang.
Kapolres Bangkalan AKBP Isman Jaya mengatakan, pihaknya telah mengerahkan personel untuk bersiaga di lokasi kejadian dan desa-desa di sekitarnya. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya bentrokan serupa.
“Kami akan terus berjaga-jaga untuk mencegah terjadinya carok susulan,” kata Isman Jaya, Sabtu (13/1) malam.
Dalam peristiwa carok massal tersebut, empat orang tewas, masing-masing berinisial MTD, MTJ, NJR, dan HFD. Mereka diketahui berasal dari Desa Larangan dan Desa Banyuanyar.
Isman Jaya mengatakan, peristiwa carok tersebut bermula saat salah seorang pelaku hendak menghadiri tahlilan di Desa Banyuanyar. Kemudian, melintas sepeda motor yang dikendarai dua orang.
Pelaku menegur korban sehingga korban berhenti dan turun dari kendaraan, lalu menanyakan maksud dan tujuan teguran yang disampaikan oleh pelaku itu.
“Di sana lalu terjadi cekcok mulut dan dan terjadi perkelahian dua lawan empat orang di lokasi kejadian dengan jumlah korban tewas sebanyak empat orang,” kata Isman Jaya.
Dua orang telah ditangkap petugas dalam kasus ini dan telah dimintai keterangan di Mapolres Bangkalan.
Peristiwa carok massal yang menyebabkan empat orang tewas di Kabupaten Bangkalan, kali ini merupakan kali kedua yang terjadi di Pulau Madura, Jawa Timur dalam kurun waktu 18 tahun terakhir ini.
Kasus serupa juga pernah terjadi di Kabupaten Pamekasan pada 2006. Saat itu sebanyak tujuh orang tewas dan sembilan orang lainnya luka-luka akibat carok massa yang terjadi di Desa Bujur Tengah, Kecamatan Batumarmar, Kabupaten Pamekasan kala itu. Pemicunya karena rebutan tanah percaton.
Isman Jaya mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dan menyelesaikan masalah dengan cara-cara yang baik. Ia juga berharap kejadian carok ini tidak terulang kembali. (Icel)