JAKARTA, Koranmadura.com – Calon presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo menghadiri acara Generasi Perintis untuk membahas Arah Masa Depan Indonesia di Pos Bloc Jakarta, Sawah Besar, Jakarta, Minggu 14 Januari 2024.
Ganjar datang ke acara itu mengenakan kaos berwarna hitam. Begitu tiba, dia disambut oleh sekitar 1.000 anak muda dari berbagai latar belakang.
Dalam sambutan pembuka, Founder Generasi Perintis, MS Mujab menegaskan bahwa 1.000-an anak muda yang hadir di lokasi ini lahir tanpa privilege dan bukan anak dari tokoh maupun pejabat di negeri ini.
Di hadapan Ganjar, Mujab menyebut, Generasi Perintis lahir dari kekecewaan yang terjadi di negeri ini karena usaha dan kerja keras dari seorang pemuda tidak akan mendapat tempat selayaknya.
Mujab mencontohkan dirinya yang lahir di desa di daerah Tegal, Jawa Tengah yang besar dari beras rakyat miskin (raskin) dan penerima bansos pemerintah.
Lalu, menempuh pendidikan sarjana dari hasil kerja keras sang ibunda menjadi tenaga kerja wanita (TKW) di Malaysia.
“Harapan untuk mendapatkan tempat dari proses itu sirna, karena dicontohkan oleh pucuk pimpinan negara ini bahwa proses itu bisa dilewati asal punya koneksi, asal punya bekingan,” kata Mujab.
Ganjar yang mendengar itu pun mengusap-usap pundak Mujab sambil berkata “sabar, sabar,” ucap Ganjar singkat.
Mujab melanjutkan, bahwa kehadiran Ganjar Pranowo dalam kontestasi politik Pilpres 2024 menjadi penyemangat serta harapan dari Generasi Perintis untuk tetap berjuang.
Apalagi, katanya, Ganjar menjalani tempaan di organisasi kampus, dalam kaderisasi PDI Perjuangan selama bertahun-tahun dan mengabdi kepada masyarakat dengan menjadi anggota DPR RI dan Gubenur Jawa Tengah.
“Kisah ini menginspirasi kita semua bahwa bukan anak siapa-siapa bisa jadi sesuatu, dan inilah yang kita replikasi,” ujarnya.
Dia meneruskan, “Kami percaya bukan hanya aspirasi tapi perlu pendekatan bagi perintis yang berpihak yang kami bukan siapa-siapa, bukan darah biru.”
Lebih lanjut, Mujab bersama Generasi Perintis pun menitipkan tiga aspirasi kepada Ganjar untuk terus diperjuangkan. Pertama, meritokrasi, ruang kreasi dan inovasi yang berpihak pada semua pemuda dan bicara pembangunan pada pemuda di desa.
“Inilah hasil rumusan yang kita lakukan dari 150 isu penting, kami titipkan,” jelas Mujab.
Dia bersama perwakilan Generasi Perintis menyerahkan agenda tersebut kepada Ganjar. Selanjutnya, Ganjar disematkan jaket berwarna putih dengan tulisan Generasi Perintis. (Gema)