TEGAL, Koranmadura.com – Calon presiden (Capres) Ganjar Pranowo memamerkan kondisi kamar tidurnya di rumah orang tua alumni SMK Negeri (SMKN) Jateng bernama Fikri Haikal.
Rumah itu terletak di Jalan Arjuna GG.14 A No.56, RT002/RW003, Kelurahan Slerok, Tegal, Jawa Tengah, Rabu 10 Januari 2024 malam.
Kondisi kamar itu jauh lebih sederhana dari kamar yang digunakan istri Ganjar Pranowo, Siti Atikoh di Pondok Pesantren Miftahul Huda Dua Ribu, Tulang Bawang, Lampung, pada waktu bersamaan.
Kamar tempat Ganjar menginap jauh lebih sederhana. Kasurnya langsung diletakkan di lantai tanpa alas karpet.
Seprai warna ungu muda juga terlihat sangat sederhana dan “ndeso”. Kamar itu juga tampak masih polos karena belum dicat. Tirai jendelanya pun tipis dan terkesan hanya disampir begitu saja.
Orang dari luar pun masih bisa melihat ke dalam kamar karena ada bagian yang tidak tertutup rapat.

Ganjar yang mengenakan kemeja putih datang ke sana dengan menelusuri gang-gang kecil. Ketika tiba, Ganjar diterima oleh ibu dari Fikri Haikal, Waidah dan kakaknya, Irhas Hussein.
Fikri Haikal merupakan Alumni SMKN Jateng Semarang angkatan masuk tahun 2017. Kepada Ganjar, Waidah menceritakan bahwa Fikri Haikal sudah bisa membantu merenovasi rumah dari penghasilan yang didapatkannya.
Waidah merasa beruntung karena Fikri Haikal bisa bersekolah asrama gratis gagasan Ganjar Pranowo.
Karena sekolah di tempat itulah, Fikri Haikal bisa langsung siap kerja, sehingga bisa membantu keluarga. Salah satunya merenovasi rumah orang tuanya.
“Saya merasa beruntung, anak saya bisa SMKN Jateng karena saya sendiri anak tiga. Alhamdulillah waktu itu Haikal masuk SMKN Jateng,” tegas Waidah.
Lebih lanjut, Waidah merasa beruntung karena rumahnya bisa diinapi oleh Ganjar Pranowo. Ia tak pernah menyangka bakal bertemu secara langsung dengan calon orang nomor satu Indonesia tersebut.
“Kalau untuk ungkapin rasa, kayanya enggak bisa diomongin karena ini suatu kehormatan,” tutur Waidah.
Ganjar Lihat Hasil
Sementara Ganjar mengatakan dirinya sengaja untuk menginap di rumah Fikri Haikal. Ia ingin melihat hasil dari siswa SMKN Jateng yang berhasil sekaligus berdialog dengan masyarakat.

“Ini kali kedua saya menginap di rumah alumni SMK Jateng. Rata-rata linear, begitu bekerja dibangunkan rumah orang tua,” ujar Ganjar.
Dia meneruskan, “Dari situ kita bisa melihat dari keluarga miskin kalo kita investasi pendidikan di situ bisa berkembang.”
Terkait kebiasaanya menginap di rumah warga, Ganjar mengatakan dirinya tidak akan pernah lelah melakukannya apalagi untuk masyarakat.
Sebab ia tidak hanya sekedar menginap saja, tapi juga mendengarkan keluh kesah yang dihadapi masyarakat.
“Kalo menginap di rumah warga itu penuh kegembiraan, minimal merasakan. Biasanya orang menyampaikan aspirasinya, keluh kesah warga,” tegas Ganjar.
Dia melanjutkan, “Berjuang kok istirahat. Berjuang kok enak-enak karena berjuang untuk fighting spirit. Kan sama saja tidur di rumah, di sini sama saja.” (Gema)