BANGKALAN, koranmadura.com – Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Mulyadi menegaskan, hadirnya Trans Jatim di Kota Salak ini tidak akan mematikan penghasilan sopir angkut.
“Saya kira tidak mematikan penghasilan sopir angkut. Bus Trans Jatim ngangkut penumpang ke luar kota, Surabaya saja,” kata dia, Rabu, 24 Januari 2024.
Mulyadi mengimbau kepada semua sopir angkut, agar tidak salah paham atas kehadirannya bus feeder Trans Jatim. Penumpang jarak dekat dan tidak bertujuan ke Surabaya tetap naik angkutan umum.
“Tujuan penumpang yang jarak dekat tetap memakai angkutan umum. Jadi kami minta kepada sopir angkut, agar tidak salah paham,” tutur dia.
Bus Trans Jatim hanya tersedia tiga rute saja, yaitu Tanjung Bumi – Bangkalan Kota, Kamal -Bangkalan Kota dan Blega -Bangkalan. Selain dari tiga rute tersebut bisa diakses oleh angkutan umum pelat kuning.
“Untuk ongkos jasa angut untuk bus Trans Jatim disepakati Rp7 ribu. Bus yang disediakan 3 armada,” kata dia.
Diberitakan sebelumnya, hadirnya Trans Jatim di Bangkalan dinilai berdampak terhadap penghasilan para sopir angkut. Hal tersebut diungkapkan salah satu supir angkut asal Tanah Merah, Dul Hasan.
“Tentu dengan adanya bus Trans Jatim akan semakin berkurang penumpang dan berdampak pada penghasilan saya,” ucapnya.
Dia berharap kepada pemerintah kabupaten (Pemkab) Bangkalan, agar tetap memikirkan nasib para sopir angkut yang penghasilannya dari jasa angkutan itu dibuat untuk kebutuhan keluarga.
“Semoga ada solusi terbaik dari pemerintah atas nasib kami sebagai sopir,” harapnya. (MAHMUD/DIK)