BANDUNG, Koranmadura.com – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengajak masyarakat Jawa Barat untuk memenangkan pasangan Capres-Cawapres Ganjar Pranowo-Mahfud MD pada Pilpres 2024 dalam satu putaran.
Hal itu disampaikan Megawati Soekarnoputri dalam orasinya di kampanye terbuka perdana ‘Hajatan Rakyat’ di Bandung, Minggu 21 Januari 2024.
“Nanti kalo nyoblos, tetap pendirian enggak? Atau jangan-jangan dibayar jadi lemes? Kalau bener enggak berpaling, menangkan nomor 3,” ujar Megawati di depan ribuan massa yang hadir di Lapangan Tegallega, Kota Bandung.
Pada kesempatan itu, Megawati mengungkapkan alasannya datang secara khusus, karena dia mengingat sosok bapaknya, Presiden Soekarno.
Bung Karno ikut serta dalam kemerdekaan Indonesia dan sebagai pemimpin untuk melepaskan Indonesia dari penjajahan.
Dia menuturkan, sejak usia 16 tahun, Soekarno berkeliling Bandung sampai ke Sukamiskin untuk berdialog dengan masyarakat dan mengusung kekuatan untuk kemerdekaan Republik Indonesia.
“Nah, di sini, Bung Karno dari umur 16 tahun sudah keliling, karena beliau yakin kalau masyarakat Jawa Barat diberi pengertian, maka kemerdekaan pasti akan bergema ke tempat lain. Jadi mau tolong ibu tidak? Menangkan Ganjar-Mahfud,” kata Megawati yang diikuti oleh teriakan histeris massa.
Kampanye Terselubung
Pada bagian lain pidatonya, Megawati mengajak masyarakat Bandung untuk kritis menilai berbagai kampanye terselubung lewat pembagian sembako atau bansos untuk memenangkan pasangan calon (paslon) tertentu.
“Ada yang kasih Sembako, mikir yang pintar, emang bisa terus-terusan kasih Sembako? Lalu itu Sembako duitnya dari mana? APBN kan? Kalau dari duitnya sendiri, justru curiga, duitnya dari mana?” kata Megawati yang langsung dijawab oleh massa “korupsi”.
Dia mengatakan, dalam Pemilu 2024 ada tiga calon pemimpin. Untuk itu, masyarakat harus jeli menilai ketiga calon mana yang dapat dipercaya untuk memimpin Bangsa Indonesia ke depan.
“Karena gini loh, calon pemimpin ada tiga, jangan yang namanya kesengsem, tapi lihat pengalaman politiknya, jadi dibandingkan,” kata Megawati Soekarnoputri.
Dia meneruskan, “Nanti ada debat pada nonton ya nanti malam, lalu coba pikir dari jawabannya. Iya bener ya yang ibu bilang. Kalau ibu sih sudah menetapkan pilih Ganjar-Mahfud, jadi kalian mau bantu ibu, pilih Ganjar-Mahfud.”
Dalam orasinya, Megawati juga mengingatkan kembali agara aparat dalam hal ini tentara, polisi, hingga kepala desa untuk untuk bersikap netral dan tidak tunduk pada tekanan penguasa.
Menurutnya, aparat itu abdi negara, harusnya membela rakyat, tentara itu untuk melawan musuh, bukan memukul rakyat.
“Babinsa, kepala desa, apa lagi ya? Katanya pemilu untuk semua orang, tapi kok diarahin begitu. Padahal mereka itu dibayar gajinya dari uang siapa? rakyat. Jadi kepala desa jangan takut, RT jangan takut, karena kamu semua dibayar rakyat Indonesia. Betul?” tutur Megawati. (Gema)