SUMENEP, koranmadura.com – Seorang perempuan bernama Nur Hakimah, yang sebelumnya dianggap telah menyinggung dan merendahkan salah satu organisasi perempuan di Sumenep, yakni Great Widow Community (GWC), akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.
Permohonan maaf tersebut disampaikan Nur Hakimah di hadapan sejumlah anggota GWC di sebuah kafe di Jl. Lingkar Barat, Batuan, Sumenep, Selasa, 2 Januari 2024.
“Saya Nur Hakimah, dari hati paling dalam memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada founder terutama dan juga rekan-rekan GWC, atas perbuatan saya melalui status telah menyinggung dan merendahkan teman-teman perempuan, mohon maaf sebesar-besarnya,” ujarnya.
Di dalam kesempatan yang sama, Nur Hakimah juga berjanji untuk tidak mengulangi perbuatannya, dan berharap masalah ini bisa menjadi pelajaran baginya agar lebih berhati-hati sebelum melakukan sesuatu, termasuk membuat status di media sosial.
“Semoga juga dengan perjumpaan ini membawa keberkahan serta bisa menjadi kebersamaan untuk saling bekerjasama dalam meningkatkan kualitas kejayaan perempuan di Sumenep,” papar dia, lebih lanjut.
Setelah menyampaikan permohonan maaf, Nur Hakimah dan beberapa anggota GWC saling berpelukan, menunjukkan bahwa perselisihan antara mereka telah berakhir dengan baik.
Sekadar diketahui, sebelumnya Nur Hakimah dianggap telah menyinggung dan merendahkan GWC melalui cuitan di status salah satu aplikasi perpesanan. GWC melalui cuitan di aplikasi WhatsApp.
“Great Widow Sumenep GWC puru tao jek bede komunitas janda, aperrean onggu para janda,” demikian cuitan Nur Hakimah dalam bahasa Madura yang dianggap merendahkan oleh anggota GWC.
Sementara GWC sendiri merupakan salah satu organisasi perempuan di Sumenep yang didirikan dengan akta otentik sehingga memiliki hak serta kewajiban yang sama di mata hukum. (FATHOL ALIF/DIK)