BANGKALAN, koranmadura.com – Pasca-aktivasi Trans Jatim di Kabupaten Bangkalan, Madura, pemerintah kabupaten (Pemkab) setempat merespons kegelisahan para sopir angkot dengan langkah proaktif.
Pj Bupati Bangkalan, Arief Mulya Edie, menegaskan bahwa kehadiran Trans Jatim tidak akan mengancam mata pencarian sopir angkot. Sebab operasional bus Trans Jatim akan diberikan kepada sopir angkot yang tergabung dalam Organda Bangkalan.
“Trans Jatim hanya melayani penumpang tujuan luar daerah, seperti Surabaya. Antar desa atau kecamatan yang dekat tetap menggunakan angkutan lokal,” ungkapnya, Senin, 29 Januari 2024.
Untu memastikan para sopir angkot terakomodir, pria yang akrab disapa Arief ini meminta agar Organda Bangkalan melakukan pendataan secara maksimal terhadap mereka.
“Kami berupaya agar kehadiran Trans Jatim tidak sampai merugikan penghasilan para sopir angkot. Mereka dapat terlibat dalam mengemudikan bus ini tanpa harus berhenti menjadi supir angkut,” tambahnya.
Diketahui, tiga bus Trans Jatim di Bangkalan akan dioperasikan oleh sopir angkot, dengan satu bus dapat dipegang oleh 5 sopir secara bergantian. Tarif yang disepakati adalah Rp7 ribu per penumpang. (MAHMUD/LIF)