PAMEKASAN, koranmadura.com – Kelompok Tani (Poktan) di Pamekasan, Madura, Jawa Timur, mengutarakan protes terhadap kebijakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) setempat, yang kembali menyerahkan pekerjaan Jalan Usaha Tani (JUT) kepada rekanan.
“Penting untuk mempertimbangkan agar pekerjaan JUT tahun ini dikerjakan oleh Poktan, bukan oleh rekanan,” kata Ketua Poktan Purnama, Bahrur Rosi, Jumat, 26 Januari 2024.
Bahrur Rosi menambahkan bahwa pekerjaan JUT pada 2023 yang diserahkan kepada rekanan mendapat banyak keluhan dari para petani, menunjukkan adanya ketidakpuasan terhadap hasil pekerjaan tersebut.
“Indikasi pekerjaan kurang memuaskan. Seharusnya, pihak terkait tidak tinggal diam terhadap kritik publik dan tanggapan legislatif. Perlu perbaikan dalam hal Juknis, pengawasan, dan pelaksanaan pekerjaan,” ungkapnya.
Bahrur Rosi mengklaim sudah berkoordinasi dengan Poktan lainnya untuk memastikan bahwa pekerjaan JUT tahun ini akan dilakukan sesuai dengan Juknis.
“Kami bersama kelompok tani lainnya mendesak agar JUT dikerjakan sesuai dengan Juknis, yaitu oleh kelompok tani, bukan oleh CV,” tegasnya.
Dalam tanggapannya, Pelaksana Tugas Plt DKPP Pamekasan, Nolo Gartijo, mengakui bahwa JUT DBHCHT tahun ini akan dikerjakan oleh pihak rekanan. Meskipun terdapat protes, program JUT tahun ini tetap akan dikerjakan oleh rekanan, seperti pada tahun sebelumnya.
“Sama dengan tahun sebelumnya, 2023, tahun ini, JUT DBHCHT tetap dikerjakan oleh CV,” papar Nolo Gartijo. (RIDWAN/DIK)