Jakarta, Koranmadura.com – Pemerintah meminta Perguruan Tinggi Negeri (PTN) untuk kreatif menyediakan pendanaan bagi mahasiswanya. Hal ini disampaikan Pelaksana tugas (Plt) Dirjen Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kemendikbudristek, Nizam.
Menurut Nizam, pemerintah telah memberikan bantuan melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Namun, bantuan tersebut belum cukup untuk memenuhi semua kebutuhan mahasiswa.
Oleh karena itu, Nizam meminta PTN untuk mencari dana dari berbagai sumber, seperti alumni, program Corporate Social Responsibility (CSR), dunia perbankan, dan lembaga keuangan.
“Kami berharap kampus agar dapat membantu mahasiswa yang membutuhkan pendanaan melalui gotong royong semua pihak,” ujar Nizam.
Sebelumnya, Institut Teknologi Bandung (ITB) menawarkan opsi pembayaran berupa pinjaman online kepada mahasiswanya yang masih menunggak bayar Uang Kuliah Tunggal (UKT).
Nizam pun meminta PTN untuk tetap menyediakan pendidikan bagi mahasiswanya, termasuk bagi mereka yang tengah mengalami kesulitan ekonomi.
“Tidak boleh ada anak yang tidak dapat melanjutkan kuliah hanya karena alasan ekonomi,” tegas Nizam.
Sebanyak 120 mahasiswa ITB melapor tidak dapat mengisi Formulir Rencana Studi (FRS) karena masih menunggak pembayaran UKT. Pada saat yang bersamaan, ITB menawarkan opsi pembayaran berupa pinjaman online melalui platform Danacita.
Mahasiswa dihadapkan pada tawaran pinjaman Rp12,5 juta dengan pembayaran Rp15,5 juta pada 12 bulan pembayaran.
Nizam menilai, skema pinjaman online tersebut berpotensi memberatkan mahasiswa. Oleh karena itu, ia meminta PTN untuk mencari skema pendanaan yang lebih adil dan tidak memberatkan mahasiswa. (Icel)