BANGKALAN, koranmadura.com – Kegiatan Serap Aspirasi Ketua DPD RI, Lanyalla Mahmud Mattaliti bersama kepala desa (Kades) di Dendopo Agung, Bangkalan, Madura, Jawa Timur, dinilai tak sesuai harapan Kades.
Bagaimana tidak, ratusan Kades di Bangkalan tersebut rela datang jauh-jauh ke Pendopo Agung, hanya untuk menyampaikan aspirasi mereka sebagai abdi desa kepada La Nyalla sebagai wakil rakyat daerah, pada Jumat, 26 Januari 2024.
Sekretaris Asosiasi Kepala Desa (AKD) Bangkalan, Jayus Salam, mengatakan pertemuan serap aspirasi tersebut sangat luar biasa. Namun sayangnya, di kegiatan itu tidak ada dialog dengan para kepala desa.
“Sebenarnya Kades berharap ada dialog interaktif. Kami sebagai Kades bisa menyampaikan aspirasi dan dibawa ke pusat. Tapi, tadi tidak ada ruang tanya jawab. Jadi tidak efektif,” kata dia.
Kepala Desa Aeng Tabar, Kecamatan Tanjung Bumi tersebut menambahkan pembangunan Bangkalan tidak cukup hanya dikunjungi 5 tahun sekali. Apalagi, kunjungannya di saat masa Pemilu 2024.
“Paling tidak beliau (La Nyalla) dalam satu bulan meluangkan waktunya 38 hari untuk berkunjung semua kabupaten, bukan hanya 5 tahun sekali datang dan melakukan serap aspirasi,” ujar dia.
Namun demikian, pihaknya tetap mengapresiasi Ketua DPD RI itu, karena menyempatkan diri mampir dan menyapa para kepala desa. Dia berharap pertemuan seperti ini bisa digelar lebih sering lagi.
“Kami berterima kasih karena sudah datang ke Bangkalan, karena sudah hadir menyapa kepala desa,” ucapnya.
Ketika awak media Bangkalan hendak melakukan wawancara, Ketua DPD RI Lanyalla bergegas masuk ke mobil bepelat nomor RI 7. Dia juga enggan memberikan komentar kepada wartawan. (MAHMUD/DIK)