BONDOWOSO, Koranmadura.com – Istri calon presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo, Siti Atikoh Supriyanti menegaskan, dirinya ingin menjadi mata, telinga, dan lidah rakyat.
Karena itu, dia rajin blusukan ke berbagai tempat mulai dari pasar hingga menemui para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM).
Nantinya apa yang dia lihat dan dengar sendiri dari masyarakat yang dijumpainya di berbagai tempat akan disampaikan kepada pasangan calon presiden (Capres) dan calon wakil presiden (Cawapres) Ganjar Pranowo-Mahfud MD dan timnya.
Siti Atikoh menegaskan, tugas dia hanya menyampaikan. Terkait eksekusi, Siti Atikoh mengaku tidak punya wewenag lagi. Dan, dia tidak ingin ikut cawe-cawe dalam eksekusi program-program Ganjar-Mahfud.
“Kalau untuk aspirasi, iya. Tapi kalau untuk implementasi tentu bukan ranah saya. Saya bagian dari kepanjangan lidah masyarakat, sebagai orang yang juga menyampaikan aspirasi kepada Mas Ganjar,” kata Siti Atikoh seusai blusukan di Pasar Induk Bondowoso, Jawa Timur, Kamis 25 Januari 2024.
Kegiatan itu merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Safari Politik yang dilakukannya di Jawa Timur, sejak kemarin hingga Senin 29 Januari 2024.
Siti Atikoh memastikan, dia langsung menyiapkan laporan hasil blusukan ketika seusai melaksanakan safari. Lalu biasanya, ia dan Ganjar langsung berdiskusi.
“Saya juga kayak, dalam tanda kutip membuat laporan. Aspirasi apa aja, kondisinya seperti apa di setiap kota itu, saya juga sampaikan,” ucapnya.
“Kemudian ketika bertemu, kita akan mendiskusikan lebih detail, inilah permasalahan yang paling banyak,” cerita Siti Atikoh lagi.
Mantan jurnalis ini pun menuturkan, semua keluh kesah masyarakat yang ditemui saat blusukan memang beragam. Namun, baik Atikoh dan Ganjar, tak pernah bosan membahasnya.
“Saya kan panggil diri sendiri bunda. Saya cerita, bunda temui banyak hal terutama untuk masalah harga kebutuhan pokok. Itu kalau masalah rumah tangga ya,” ceritanya.
Dia meneruskan, “Saya ya pasti pahamlah untuk repotnya me-manage uang, mungkin pendapatan tetap, tapi pengeluaran itu tambah terus. Jadi ini yang perlu dapat perhatian.”
“Kemudian yang lain ada juga yang terkait dengan penyerapan tenaga kerja, ‘bu anak saya udah lulus kok belum kerja-kerja’. Ada juga yang seperti itu, terkait pendidikan dan sebagainya,” sambung Siti Atikoh. (Gema)