Jakarta, Koranmadura.com – Sleep paralysis adalah suatu keadaan saat seseorang tidur nyenyak, kemudian terbangun secara tiba-tiba dan tidak bisa menggerakkan anggota tubuh. Hal tersebut masuk ke dalam gangguan tidur menurut Perry dan Potter (2005).
Penyebab Sleep Paralysis
Sleep paralysis terjadi ketika seseorang tersadar secara tiba-tiba sebelum siklus REM berakhir. Siklus REM adalah siklus tidur paling dalam dan pada saat tersebut seluruh otot sedang berada dalam kondisi rileks.
Sehingga saat kita tersadar sebelum siklus REM tersebut selesai, otak belum siap untuk mengirim sinyal bangun sehingga tubuh kita masih berada dalam kondisi setangah tidur dan setengah sadar.
Faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko sleep paralysis antara lain:
- Kelelahan
- Kurang tidur
- Stres
- Perubahan pola tidur
- Penggunaan obat-obatan tertentu
- Riwayat keluarga dengan sleep paralysis
Gejala Sleep Paralysis
Gejala sleep paralysis biasanya berlangsung selama beberapa menit. Dan yang paling umum dirasakan ketika seseorang mengalami sleep paralysis adalah tidak bisa bergerak ataupun berbicara, padahal di saat tersebut mereka sudah terbangun dari tidur. Selain itu juga terdapat gejala lain yang mungkin juga mereka rasakan selain tidak bisa bergerak atau berbicara, diantaranya adalah:
- Sulit untuk bernapas
- Merasa ada tekanan atau beban di dada
- Mendengar suara-suara atau melihat bayangan
- Merasa diserang atau dikendalikan oleh makhluk lain
Penanganan Sleep Paralysis
Jika Anda mengalami sleep paralysis, hal pertama yang harus dilakukan adalah tetap tenang. Jangan panik, karena hal ini justru akan memperburuk kondisi.
Berikut adalah beberapa tips untuk mengatasi sleep paralysis:
- Tarik napas dalam-dalam dan konsentrasilah untuk menggerakkan jari-jari kaki atau tangan.
- Cobalah untuk membuka mata.
- Jika Anda merasa panik, cobalah untuk mengingat bahwa Anda sedang mengalami sleep paralysis dan bahwa itu akan segera berlalu.
Untuk mengurangi risiko sleep paralysis, Anda dapat menerapkan pola hidup sehat, seperti:
- Tidur yang cukup, yaitu 7-9 jam per hari.
- Bangun dan tidur di jam yang sama setiap hari.
- Hindari kafein dan alkohol sebelum tidur.
- Luangkan waktu untuk rileks sebelum tidur.
Kesimpulan
Sleep paralysis adalah gangguan tidur yang umum terjadi. Hal ini bukan merupakan hal mistis, melainkan disebabkan oleh kondisi fisik atau psikologis tertentu. Jika Anda mengalami sleep paralysis, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. (Icel)