SUMENEP, koranmadura.com – Fasilitator Desa Program UPLAND Project Sumenep menggelar Agri Boot Camp untuk mempererat hubungan silaturrahmi antara pendamping dan para petani bawang merah.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, yaitu pada tanggal 9 hingga 10 Februari 2024, ini juga menjadi wadah bagi pelaku usaha tani untuk mendalami pengetahuan tentang pertanian, khususnya bawang merah.
Fasilitator Desa Program UPLAND, Ibnu Syaifur Rahman mengungkapkan kegembiraannya atas antusiasme yang ditunjukkan oleh peserta, terutama petani bawang merah dari kelompok-kelompok di Kecamatan Rubaru, Sumenep.
“Kami sangat mengapresiasi antusiasme para petani dan peserta dalam mengikuti kegiatan ini. Selama acara berlangsung, suasana tetap tertib namun penuh kebahagiaan. Diskusi yang berlangsung pun berjalan lancar, di mana kami saling bertukar informasi mengenai kendala-kendala yang dihadapi oleh petani bawang merah,” ungkap Ibnu.
Dengan semakin eratnya hubungan silaturahmi antara petani dan pendamping, Ibnu berharap bahwa tujuan besar untuk meningkatkan kesejahteraan petani bawang merah di Sumenep dapat tercapai.
“Langkah-langkah seperti ini dinilai strategis untuk dilakukan mengingat tujuan dan visi yang sama kita miliki. Mari kita terus bersatu dan bahu-membahu untuk mewujudkan tujuan dan visi tersebut,” tegasnya.
Salah seorang peserta, Simon, mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah, termasuk dinas terkait dan pendamping program. Menurutnya, kegiatan seperti sangat bermanfaat bagi para petani untuk saling berbagi pengalaman.
“Termasuk mencari solusi atas kendala-kendala yang petani hadapi dalam menjalankan usaha pertanian bawang merah,” ujarnya.
Tidak hanya petani, Agri Boot Camp juga melibatkan anak muda sebagai upaya untuk mengenalkan potensi pertanian, khususnya bawang merah, kepada generasi muda.
Kegiatan ini diisi dengan serangkaian acara inovatif dan kreatif, mulai dari diskusi dan ramah-tamah, hingga panen perdana bawang merah Kelompok Tani Karang Abadi, Desa Mandala, Rubaru, Sumenep.
Selain itu, Agri Boot Camp juga diisi dengan hiburan musik dan pertunjukan lagu-lagu tradisional sebagai langkah pelestarian karya seni lokal khas Kabupaten Sumenep. Sehingga kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pembelajaran tetapi juga sarana untuk memperkenalkan dan melestarikan kebudayaan lokal.
Agri Boot Camp ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi para petani bawang merah di Sumenep untuk terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bertani mereka, serta memperkuat jaringan kerja sama antara petani, pemerintah, dan pihak terkait lainnya demi tercapainya kesejahteraan yang lebih baik bagi masyarakat pertanian. FATHOL ALIF