SAMPANG, koranmadura.com – Gudang logistik Pemilu 2024 di Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, Madura, diduga telah disusupi. Kuat dugaan dua orang yang diduga sebagai penyusup itu masuk ke gudang logistik di tingkat kecamatan itu untuk sesuatu kepentingan tertentu.
Rekaman video saat peristiwa saat kedua terduga penyusup diamankan petugas itu viral. Di dalam video berdurasi 01 menit 32 detik, terlihat petugas mengamankan dua orang terduga penyusup dari dalam gudang logistik.
Belum diketahui secara pasti motif kedua terduga penyusup masuk ke gudang logistik Pemilu tersebut. Namun berdasarkan informasi yang diperoleh dari warga setempat, modus keduanya sebagai pengangkut kursi.
Menurutnya, sebelum peristiwa kedua orang itu diamankan, terdapat mobil pengangkut kursi yang diperkirakan membawa 9 orang. Setelah diperhatikan, saat mobil pengangkut kursi meninggalkan lokasi gudang logistik, hanya terlihat 7 orang di mobil.
“Itu hari Jumat apa Sabtu, katanya ada mobil pengangkut kursi. Dan saat itu ada sekitar 9 orang. Tapi setelah mobil itu meninggalkan lokasi, hanya terdapat 7 orang yang terlihat. Di situlah kemudian timbul kecurigaan,” ujar salah seorang warga Sokobanah kepada koranmadura.com, Senin, 19 Februari 2024.
Kemudian, pada Minggu siang, 18 Februari 2024, kedua orang dimaksud teryata masih berada di dalam gudang. Sementara gudang logistik saat itu dalam kondisi dikunci.
“Kemungkinan kedua orang itu tidak bisa keluar karena gudang sudah dikunci. Dan saat itu pula banyak warga di sekitar lokasi yang turut memantau gedung logistik. Selebihnya, apakah keduanya diduga mencoba merubah surat suara, ya saya kurang tahu. Bahkan identitas kedua orang itu, saya pun tidak tahu. Tapi keduanya diamankan petugas,” ujarnya.
Sementara Kasi Humas Polres Sampang, Ipda Dedy Dely Rasidie saat dikonfirmasi membenarkan telah menerima permintaan pengamanan dari Panwascam Sokobanah.
“Memang kita amankan, cuma untuk proses tindaklanjutnya kami tidak berwenang karena itu menunggu surat rekomendasi dari Bawaslu. Dan sampai kemarin malam, Bawaslu belum ada rekomendasi. Dan kami pun masih belum ada peran untuk melakukan pemeriksaan. Karena ini ranah pemilu,” katanya melalui sambungan teleponnya.
Ipda Dedy menyampaikan, pengamanan kedua orang tersebut kaitannya dengan pemeliharaan Kamtibmas di Kecamatan Sokobanah.
“Ya kalau tidak kami amankan, takutnya terjadi hal yang tidak diinginkan. Nah terkait apa yang diperbuat dan apa yang menjadi sangkaan dari kedua orang itu, ya tergantung rekomendasi dari Bawaslu, termasuk status dari keduanya,” ujarnya.
Sementara Ketua Bawaslu Kabupaten Sampang, Muhalli masih belum bisa dikonfirmasi. Dihubungi melalui sambungan selulernya belum ada respon. (MUHLIS/LIF)