SUMENEP, koranmadura.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, bekerja sama dengan Bulog Madura, Jawa Timur, menggencarkan operasi pasar di berbagai titik strategis untuk menekan harga beras di pasaran yang terus melambung.
Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Sumenep, Dadang Dedy Iskandar, mengatakan operasi pasar telah dilaksanakan sejak awal Februari 2024 lalu.
Titik-titik operasi pasar, di antaranya, di Pasar Bangkal dan Pasar Anom, Kecamatan Kota Sumenep, serta kecamatan-kecamatan lain yang minim penghasil gabah dan beras.
“Kami melaksanakan operasi pasar dua kali dalam seminggu, dengan menyediakan 5 ton beras medium SPHP (Stabilisasi Pasokan Harga Pasar) dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp10.900,- per kilogram dalam kemasan 5 kilogram,” kata Dadang, Rabu, 21 Februari 2024.
Dadang juga menambahkan bahwa pihaknya sedang merencanakan untuk meluaskan cakupan operasi pasar ke wilayah kecamatan kepulauan. Namun, hal ini masih memerlukan koordinasi lebih lanjut dengan pihak Bulog.
Dia mengungkapkan, stok beras SPHP di gudang Bulog tersedia tahun ini sebanyak 100 ton, dan masih berpotensi meningkat menjadi 300 ton, mengingat pada tahun 2023 lalu, distribusi beras SPHP mencapai 225 ton.
“Tahun ini stok beras SPHP dari Bulog dipastikan naik dibanding 2023 lalu,” ujarnya, lebih lanjut.
Operasi pasar yang digencarkan oleh Pemkab Sumenep dan Bulog Madura ini diharapkan dapat memberikan dampak yang signifikan dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas harga beras di Kabupaten Sumenep. (FATHOL ALIF/DIK)