Jakarta, Koranmadura.com – Baru-baru ini marak terjadi penipuan dengan modus QR code palsu. QR code ini biasanya dipasang di tempat umum seperti di lokasi parkiran, restoran, kedai/cafe kekinian, dan agen pembayaran tagihan.
Modus:
- Pelaku memasang QR code palsu yang mencatut nama merek, toko, atau organisasi resmi.
- Ketika korban memindai QR code, mereka akan diarahkan ke situs web palsu.
- Di situs web palsu tersebut, korban akan diminta untuk:
- Mengisi data-data pribadi
- Mengunduh malware
- Melakukan pembayaran
- Para penipu kemudian dapat menggunakan data pribadi korban untuk:
- Membobol rekening bank
- Mencuri informasi penting
- Mengirim pesan spam
Tips Terhindar dari Penipuan QR Code:
1. Hati-hati dan teliti:
- Periksa QR code dengan seksama. Pastikan QR code tidak buram atau rusak.
- Pastikan URL situs web yang muncul setelah memindai QR code benar.
- Jangan pernah mengisi data pribadi di situs web yang tidak dikenal.
- Jangan pernah mengunduh aplikasi dari sumber yang tidak dikenal.
2. Gunakan aplikasi scanner yang aman:
- Gunakan aplikasi scanner yang berasal dari perusahaan resmi.
- Pastikan aplikasi scanner memiliki fitur keamanan yang memadai.
3. Update sistem keamanan di ponsel:
- Lakukan update sistem keamanan ponsel secara berkala.
- Gunakan antivirus untuk melindungi ponsel dari malware.
4. Pantau penggunaan QR code (bagi pelaku usaha):
- Pastikan QR code yang dipasang di tempat usaha Anda mengarahkan ke situs web yang benar.
- Gunakan CCTV untuk memantau orang yang menggunakan QR code di tempat usaha Anda.
5. Manfaatkan QR dinamis (untuk pembayaran):
- Gunakan QR dinamis untuk pembayaran.
- QR dinamis akan memudahkan pelanggan karena semua data akan langsung muncul di layar ponsel.
Laporkan Jika Menjadi Korban:
Jika Anda menjadi korban penipuan berkedok QR code, segera laporkan ke pihak bank terkait atau ke pihak kepolisian. (Icel)