BANGKALAN, koranmadura.com – Setiap tahun, Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, menjadi sasaran banjir saat musim hujan tiba. Dari rumah-rumah warga hingga jalan nasional, semuanya tergenang air.
Tidak kurang dari 9 dusun di Desa Blega mengalami genangan air dengan ketinggian mencapai sebatas orang dewasa, sementara dua lokasi jalan nasional juga terendam hingga mencapai ketinggian 50 sentimeter, menyebabkan kemacetan yang panjang.
Kondisi yang terus menerus ini menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Penjabat Gubernur Adhy Karyono telah menjanjikan normalisasi Daerah Aliran Sungai (DAS) di Kecamatan Blega.
“Kami akan segera memulai proses normalisasi di DAS Blega. Kami telah berkoordinasi dengan BPBD dan Dinas PU SDA Pemprov Jatim,” ujar Adhy Karyono pada Kamis, 14 Maret 2024.
Sebagai langkah jangka pendek, pemasangan mesin pompa air dengan kapasitas 250 liter per detik telah dilakukan. Air yang tergenang akan disedot dan dialirkan ke sungai yang jauh dari pemukiman penduduk.
“Mesin pompa air ini hanya bersifat sementara, namun untuk solusi jangka panjang, kami akan melanjutkan program normalisasi,” tambahnya.
Sementara itu, Penjabat Bupati Bangkalan, Arief M. Edie, menjelaskan bahwa tujuh kecamatan mengalami banjir pada 12 Maret 2024, termasuk Blega, Kokop, Geger, Arosbaya, Klampis, Konang, dan Tanjung Bumi.
“Genangan air di Blega dan Arosbaya membutuhkan waktu lebih lama untuk surut. Namun, jika hujan berhenti, kecamatan lainnya dapat segera pulih. Lebih dari 2 ribu warga terdampak banjir,” ungkapnya. (MAHMUD/DIK)