SAMPANG, koranmdura.com – Banjir yang terjadi selama tiga hari terakhir telah merendam sejumlah wilayah Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, termasuk daerah perkotaan dan sekitarnya.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang, Candra Romadhani Amin, menginformasikan perkembangan banjir pada hari ketiga kejadian.
Hingga pukul 03.00 WIB pada Jumat, 15 Maret 2024, beberapa desa di Kecamatan Sampang masih terdampak banjir, antara lain Desa Banyumas, Pangelen, Kamuning, Tanggumong, Panggung, Pandiyan, dan Pasean.
“Dari daerah perkotaan, hanya Desa Panggung dan Pasean yang masih tergenang dengan ketinggian air mencapai 40-50 sentimeter. Sementara desa lainnya sudah mulai surut,” ujarnya kepada koranmadura.com.
Sementara itu, banjir juga mengancam wilayah Kelurahan, mencakup Dalpenang, Gunung Sekar, Rong Tengah, Karang Dalem, Polagan, dan Banyuanyar. “Di Kelurahan Dalpenang, titik terdalam terjadi di Jalan Melati dan Jalan Mawar dengan ketinggian air mencapai 70-80 sentimeter. Sedangkan di titik lainnya berkisar 20-30 sentimeter. Beberapa titik sudah mulai surut,” tambahnya.
Candra juga menginformasikan bahwa banjir merambah ke wilayah Kecamatan Jrengik, Torjun, dan Tambelangan. Di Kecamatan Jrengik, lima desa terdampak seperti Jrengik, Margantoko, Panyepen, Majengan, dan Taman. Di Kecamatan Tambelangan, tiga desa terkena dampaknya, termasuk Mambulu, Batorasang, dan Bringin. Sementara di Kecamatan Torjun, tiga desa juga tergenang banjir seperti Kadek, Jeruk Porot, dan Kanjer.
“Sebagian besar wilayah sudah mulai surut, kecuali dua desa di Jrengik yaitu Margantoko dan Panyepen dengan ketinggian air mencapai 30 sentimeter,” jelasnya.
Candra mengimbau kepada warga yang terdampak banjir, agar selalu menjaga keselamatan dan tetap waspada terhadap informasi terbaru.
“Kami juga mengantisipasi banjir susulan akibat hujan di daerah utara. Namun, hingga saat ini, belum ada laporan banjir susulan. Semoga situasi tetap terkendali,” tutupnya. (MUHLIS/DIK)