BANGKALAN, koranmadura.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, Madura, Jawa Timur mencatat kasus stunting di delapan kecamatan masih terbilang cukup tinggi.
Berdasar data Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bangkalan, kasus stunting di Kecamatan Arosbaya 33, Bangkalan 22, Geger 22, Kokop 25, Labang 34, Modung 91, Sepulu 28 dan Tragah 82 anak kecil terkena stunting.
Kepala Bappeda Bangkalan, Eko Setiawan, mengatakan delapan kecamatan tersebut masuk lokus penanganan stunting. Petugas dari Puskesmas setempat akan terjun ke desa-desa untuk menangani kasus stunting.
“Penanganan kasus stunting kita harus kerja tim dari beberapa sektor, mulai dari Dinas KB, Dinas Kesehatan hingga Puskesmas,” kata dia, Jumat, 1 Maret 2024.
Dia menjelaskan, anggaran untuk penanganan stunting bisa diambilkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDesa). Terkait besaran anggaran disesuaikan dengan kebutuhan di setiap desa.
“Pihak kecamatan harus beri pemahaman ke desa, agar menganggarkan penanganan stunting dari dana desa,” kata dia.
Pihaknya menambahkan, program stunting menjadi perhatian khusus pemerintah pusat. Di mana, prevalensi stunting di Indonesia masih ada di angka 21 persen. Sedangkan, target pada 2024 ini sebesar 14 persen.
“Mudah-mudahan dengan ikut serta Pemdes menangani stunting bisa mencapai target 14 persen secara nasional,” pungkasnya. (MAHMUD/DIK)