JEMBER, koranmadura.com – Senin, 25 Maret 2024, sekitar pukul 15.00 WIB, kami, Kru Koran Madura – Kaisar TV, tiba sudah tiba di Balai Desa Sukogidri di Kecamatan Ledokombo, Jember, Jawa Timur.
Selang satu jam dari kedatangan kami, masyarakat sekitar mulai datang ke lokasi. Mereka yang berasal dari berbagai kalangan. Bahkan ada yang lintas iman.
Kedatangan mereka ke balai desa menghadiri sebuah undangan; Buka Puasa Bersama Dr. (HC). Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid. Temanya puasa adalah perisai keserakahan dan kemungkaran.
Sekitar setengah jam kemudian, yang ditunggu-tunggu datang. Istri almarhum Presiden Ke-4 Republik Indonesia itu bersama rombongan tiba di tempat acara dengan pengawalan Paspampres.
Seperti penyelenggaraan sebelum sebelumnya, dalam kesempatan tersebut Nyai Shinta memberikan tausiyah kebangsaan menjelang berbuka bersama dengan ditambahkan sesi dialog.
“Saya mengajak masyarakat untuk merawat persatuan, kerukunan dan persaudaraan, serta tidak melakukan kekerasan untuk menjaga keutuhan NKRI,” katanya.
Sebelum mengakhiri tausiyahnya, Nyai Shinta bertanya kepada masyarakat yang hadir, apakah mengenal sosok Gus Dur, kemudian apa yang paling diingat darinya.
Mendapat pertanyaan seperti itu, sebagian peserta buka puasa bersama menjawab, bahwa yang paling diingat dari Gus Dur adalah ucapan-ucapannya yang humoris. Salah satunya, gitu aja kok repot.
Hal tersebut lantas dibenarkan oleh Nyai Shinta, bahwa yang paling umum diingat masyarakat dari kata-kata Gus Dur memang ‘gitu aja kok repot’.
“Tapi jangan salah paham, bahwa itu kayaknya menyepelekan segala sesuatu. Tapi itu sebenarnya tidak (menyepelekan segala sesuatu),” ujarnya.
Nyai Shinta lantas menjelaskan, kata-kata ‘gitu aja kok repot’ tersebut mengandung makna taukid (penekanan) yang sangat dalam.
“Artinya, bahwa Allah itu Maha Kuasa atas segala sesuatu. Allah Maha Bijaksana, Allah Maha Pengasih dan Penyayang. Segala sesuatunya, Allah lah yang akan menyelesaikan. Jadi, (kata-kata) itu merupakan kepasrahan kita kepada Allah,” tambahnya. (TIM)