SUMENEP, koranmadura.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalianget, Sumenep, Madura, Jawa Timur mengimbau para nelayan meningkatkan kewaspadaan terhadap keberadaan awan Cumulonimbus di wilayah perairan yang dapat menyebabkan ketinggian gelombang laut yang berpotensi membahayakan.
“Di saat-saat seperti sekarang, keberadaan awan Cumulonimbus harus diwaspadai. Karena kalau di laut ini bisa menyebabkan peningkatan kecepatan angin dan ketinggian gelombang,” kata Kepala BMKG Kalianget Usman Holid.
Terkait dengan ketinggian gelombang saat ini, menurut pria yang akrab disapa Usman ini, berdasarkan prakiraan BMKG untuk di wilayah perairan Masalembu, Sapudi, termasuk Kangean bisa mencapai 2 meter.
“Untuk update beberapa hari ke depan memang masih lumayan tinggi. Untuk perairan arah timur Masalembu, kemudian Sapudi dan Kangean, masih bisa mencapai 7 meter. Ini patut diwaspadai,” kata dia.
Dalam kondisi seperti sekarang, nelayan diimbau untuk tidak memaksakan diri untuk melaut ketika cuaca tidak kondusif dan segera kembali ke daratan apabila mendeteksi adanya tanda-tanda cuaca buruk.
Sekadar diketahui, saat ini, wilayah Jawa Timur, termasuk Kabupaten Sumenep sudah berada pada akhir musim penghujan dan akan memasuki masa peralihan musim ke kemarau.
“Saat ini wilayah Jawa Timur, termasuk Sumenep, berada di akhir musim hujan dan memasuki fase peralihan dari musim hujan ke musim kemarau atau masa pancaroba” ujar Usman. (FATHOL ALIF/DIK)