PAMEKASAN, koranmadura.com – Dugaan pemukulan terhadap saksi mandat PBB oleh oknum aparat keamanan di depan Gedung PKP RI Pamekasan beberapa hari lalu menarik perhatian Kapolres Pamekasan, Madura, Jawa Timur, AKBP Jazuli Dani Iriawan. AKBP Jazuli Dani Iriawan telah memulai pemeriksaan terkait insiden tersebut setelah menerima laporan pengaduan, menegaskan bahwa kasus ini sedang dalam tahap penyelidikan yang intensif.
“Kami akan menginvestigasi dugaan kekerasan ini dengan cermat dan kami berharap dapat membawa kejelasan dalam prosesnya,” ujar AKBP Jazuli Dani Iriawan pada Rabu, 6 Maret 2024.
Selain itu, AKBP Dani Iriawan juga menyampaikan permintaan maaf secara pribadi terkait insiden ini, sambil menegaskan kesediaan pihaknya untuk memperbaiki prosedur ke depannya.
“Apabila terbukti ada kesalahan dari pihak kami, kami siap melakukan perbaikan ke depannya,” tambahnya.
Diketahui, Azif Mawardi Zein, saksi yang diberi mandat PBB di Pamekasan, diduga menjadi korban pemukulan oleh oknum aparat keamanan ketika hendak memasuki ruang rekapitulasi suara di Gedung PKPRI pada Minggu Malam, 3 Februari 2024. Zein telah melaporkan insiden ini kepada Kapolres Pamekasan setelah mendapatkan pemeriksaan medis di UGD rumah sakit setempat. (SUDUR/DIK)