Oleh: MH. Said Abdullah
Bulan suci Ramadhan, kembali mengunjungi ummat Islam di seluruh penjuru dunia.
Merebak kegairahan dan semangat peribadatan dari anak-anak, kalangan dewasa sampai mereka yang telah memasuki usia uzur (tua).
Bulan Ramadhan memang selalu menjadi momentum kegairahan peribadatan kepada Allah, Tuhan Yang Maha Esa.
Secara spiritual ummat Islam meyakini pada bulan Ramadhan seluruh kebaikan peribadatan dan amal sosial akan mendapat apresiasi Allah berlipat ganda.
Yang merupakan ibadah sunnah mendapat nilai setara ibadah wajib, yang ibadah wajib mendapat nilai berlipat. Demikianlah yang menjadikan bulan Ramadhan sangat spesial bagi ummat Islam.
Yang menarik, selain nilai-nilai peribadatan ubudiyah yang mendapat apresiasi khusus dari Allah, sebenarnya bulan suci Ramadhan menyampaikan pesan sosial luar biasa.
Bulan Ramadhan sejatinya merupakan stimulus dari Allah agar ummat Islam lebih optimal dalam melaksanakan pesan kemanusiaan ajaran Islam.
Melalui ibadah puasa, seakan Allah, Tuhan Maha Esa, mengingatkan agar mereka yang dikaruniai kemampuan ekonomi relatif baik memiliki kepekaan pada persoalan kemanusiaan, pada realitas sosial.
Bahwa pengabdian peribadatan kepada Allah adalah ibarat satu sisi mata uang logam, yang tidak boleh berhenti dan harus dilanjutkan pada sisi mata uang logam lainnya yaitu peribadatan bermuatan aktivitas sosial.