SAMPANG, koranmadura.com – Dampak dari kondisi Hidrometeorologi telah membuat prediksi cuaca dan perubahan cuaca menjadi semakin sulit.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang, Candra Romadhani Amin, menyatakan bahwa saat ini prakiraan cuaca bersifat dinamis. Sebelumnya, puncak musim hujan diperkirakan terjadi pada Februari 2024. Namun, hingga saat ini, musim hujan masih berlangsung.
“Kami menyadari bahwa dalam hal alam, masih ada hal-hal yang belum sepenuhnya dipahami, namun kami tetap tenang dan waspada. Kami terus memantau informasi dari BMKG,” ujarnya pada hari Selasa, 30 April 2024.
Candra menambahkan bahwa dalam situasi cuaca ekstrem akibat dari efek hidrometeorologi saat ini, terdapat potensi bencana seperti hujan dengan intensitas ringan hingga lebat, bahkan hujan es. Selain itu, terdapat juga potensi terjadinya angin kencang yang dapat menyebabkan puting beliung.
“Selain itu, kita juga harus waspada terhadap potensi longsor dan tsunami yang sering terjadi, yang biasanya diikuti oleh gempa,” katanya.
Pihaknya mengimbau kepada masyarakat, terutama yang memiliki aktivitas di luar ruangan, untuk selalu waspada pada musim peralihan ini. Jika terjadi hujan dengan intensitas ringan, sebaiknya mencari tempat berteduh yang aman, namun hindari berteduh di bawah pohon untuk menghindari risiko tersambar petir.
“Selalu jaga kesehatan dan selalu perbarui informasi dari BMKG,” imbaunya. (MUHLIS/DIK)