SAMPANG, koranmadura.com – Dalam kurun waktu kurang dari empat bulan, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, mengalami peningkatan signifikan dari 133 kasus menjadi 228 kasus.
Menurut data yang dihimpun oleh Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Kabupaten setempat, dari Januari hingga Maret 2024, terdapat 133 kasus DBD di Sampang. Namun, pada minggu ketiga bulan April 2024, jumlah kasus DBD melonjak tajam menjadi 228 kasus, menandakan kenaikan sebanyak 95 kasus. Sementara itu, selama tahun 2023, tercatat 285 kasus DBD.
Kabid Penanggulangan Penyakit Menular Dinkes KB Kabupaten Sampang, Samsul Hidayat, menjelaskan bahwa peningkatan kasus DBD saat ini disebabkan oleh dua faktor utama, yaitu perubahan cuaca ekstrem dan kurangnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Dalam hal ini, Dinkes meminta partisipasi aktif dari seluruh pihak, termasuk tokoh masyarakat, Camat, Kepala Desa, RT/RW, serta masyarakat itu sendiri, untuk bersama-sama melakukan upaya pemberantasan DBD. Salah satu langkah yang diusulkan adalah melaksanakan kegiatan bersih-bersih secara gotong royong minimal dua kali dalam seminggu atau dua kali dalam sebulan.
“Pak Bupati telah menginstruksikan kepada semua pihak untuk turut serta dalam upaya memerangi peningkatan kasus DBD ini setelah rapat kemarin,” ungkapnya kepada koranmadura.com, Senin, 22 April 2024.
Samsul Hidayat menambahkan bahwa wilayah-wilayah dengan kasus DBD yang tinggi berada di sekitar Puskesmas Banyuanyar, Kamoning, dan Torjun, serta beberapa desa lainnya.
“Saat ini, mayoritas kasus DBD tercatat di wilayah-wilayah tersebut,” tambahnya.
Dalam hal rentang usia yang terkena dampak kasus DBD, Samsul Hidayat menyebutkan bahwa mulai dari anak-anak hingga dewasa rentan terinfeksi.
“Namun, kebanyakan kasus menyerang anak-anak,” tambahnya. (MUHLIS/DIK)