SUMENEP, koranmadura.com – Setelah sukses besar tahun lalu, Madura Ethnic Carnival (MEC) akan kembali hadir tahun ini. Dengan mengusung tema Keris, event ini akan diselenggarakan di pusat kota Kabupaten Sumenep pada 21 September mendatang.
Ketua Panitia MEC, Nur Khalis, mengungkapkan bahwa tema Keris dipilih bukan sebuah kebetulan. Keris, sebagai simbol karya adiluhur dan penyambung kisah para leluhur, dipilih untuk menghadirkan pesona mistis dan keindahan yang memikat.
“Aura keris mampu menciptakan harmoni dan kegagahan. Ia adalah saksi peradaban, yang di dalamnya penuh doa, cinta, dan harapan. Selain itu, Sumenep juga dikenal dengan empu terbanyak di dunia itu bahkan diakui oleh UNESCO. Jadi tahun ini tema MEC ialah keris,” ujarnya.
Gelaran MEC 2024 akan tetap mengusung format kompetisi dan grand show, dengan peserta yang kini diperluas hingga skala nasional.
“MEC 2024 terbuka untuk tingkat pelajar dan tingkat umum se-Indonesia. Kostum carnival harus sesuai tema dan minimal 20 persen berbahan daun siwalan,” tambahnya.
Tidak hanya sebagai event hiburan, MEC juga memiliki misi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Madura dan Indonesia secara keseluruhan.
“Selain itu, diharapkan pagelaran ini tetap menjadi ruang eksplorasi kreatif dan ajang silaturahmi seluruh kreator, komunitas, dan enthusiast seni kostum carnival seluruh nusantara,” tutur Nur Khalis.
MEC, yang merupakan event busana karnaval terbesar di Pulau Madura, terus berupaya mempersembahkan yang terbaik bagi masyarakat, dengan memadukan pesona budaya dan seni dalam sebuah pagelaran yang memukau dan mendidik. (FATHOL ALIF/DIK)