PAMEKASAN, koranmadura.com-Kasus Demam Berdarah dengue (DBD) di Pamekasan, Madura, Jawa Timur, terus mengalami peningkatan setiap tahun.
Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan setempat, pada 2021 kasus DBD di Pamekasan terdapat 158 kasus, dengan 2 orang meninggal. Tahun berikutnya, yakni tahun 2022 terdapat 277 kasus dengan korban meninggal 9 orang. Kemudian pada tahun 2023 mencapai 390 kasus, dengan korban meninggal 6 orang.
Kepala Bidang pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes kabupaten Pamekasan, Erlina Sarujdi mengatakan dalam 4 bulan di tahun 2024 ini sudah ada 275 kasus, dengan 4 orang meninggal. “Ini terhitung mulai Januari hingga 17 April 2024,” jelas Erlina Sarujdi.
Menurutnya, dari 4 kasus meninggal tersebut, masing-masing ada di wilayah Kecamatan Larangan, Desa Teja, Dea Bulangan Haji, dan Kecamatan Kadur. “Kemungkinan besar kasus DBD ini akan bertambah, mengingat tahun ini masih berjalan empat bulan,” jelasnya.
Sebelumnya, Kepala Dinkes Kabupaten Pamekasan, dr. Saifudin, menyatakan DBD adalah penyakit menular yang disebarkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Menurutnya, untuk mencegah penyebaran penyakit ini, masyarakat perlu meningkatkan kesadaran dan melakukan langkah-langkah pencegahan. Salah satunya adalah menjaga kebersihan lingkungan agar nyamuk tidak dapat berkembang biak.
“Perlu diperhatikan kebersihan lingkungan, terutama menghindari genangan air dan tempat-tempat kotor yang menjadi sarang nyamuk. Kami menggalakkan prinsip 3M: Menguras, Menutup, dan Mengubur. Bak mandi sebaiknya rutin dikuras agar tidak menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk,” ungkapnya. (sudur/beth)