SUMENEP, koranmadura.com – Sebanyak sembilan tokoh mendaftar ke DPC PDI Perjuangan Sumenep untuk mendapatkan rekomendasi maju sebagai bakal calon wakil bupati (bacawabup) pada pilkada 2024 mendatang.
Kesembilan tokoh itu memiliki latar belakang yang berbeda-beda, mulai dari politisi, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga mantan jurnalis.
Dari sembilan pendaftar, tiga di antaranya merupakan politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Mereka adalah Nurfitriana, anggota DPRD Jawa Timur sekaligus istri mantan Bupati Sumenep dua periode KH. A. Busyro Kasim; Herman Dali Kusuma, mantan Ketua DPRD Sumenep periode 2014-2019; serta Hamid Ali Munir, Ketua DPRD Sumenep periode 2019-2024.
Selain ketiga politisi PKB tersebut, ada Dewi Khalifah atau Nyai Eva, Wakil Bupati Sumenep saat ini; Faisal Muhlis, Ketua DPD PAN Sumenep; KH. Qusyairi, pengasuh salah satu pondok pesantren di Kecamatan Ganding Sumenep.
Selanjutnya Syamsul Arifin, kepala desa di Kecamatan Ambunten; Suharinomo, anggota DPRD Sumenep asal Pulau Kangean; dan terakhir Muhammad Nizar Kherid, mantan jurnalis yang juga tenaga ahli anggota DPR RI dari Partai Nasdem.
“Untuk bakal calon bupati hanya satu, yakni Ketua DPC PDI Perjuangan Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo (Bupati Sumenep saat ini),” kata Ketua Desk Pilkada 2024 DPC PDI Perjuangan Sumenep, Zainal Arifin.
Lebih lanjut dia mengatakan, bahwa nama-nama tersebut selanjutnya akan diserahkan ke DPP PDI Perjuangan. Pihaknya juga akan memaparkan latar belakang mereka.
“Nanti saya akan presentasi tentang semua bakal calon yang telah mendaftar. Selebihnya, itu sudah sepenuhnya merupakan kewenangan DPP,” tambahnya. FATHOL ALIF