SAMPANG, koranmadura.com – Kerawanan terhadap bencana banjir tetap menjadi fokus utama Pemerintah Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur. Untuk mengurangi dampak yang mungkin timbul, Pemerintah Kabupaten setempat berencana untuk membentuk kembali Desa Tangguh Bencana (Destana).
Koordinator Destana dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang, Aang Djoenaidi, mengungkapkan bahwa saat ini telah terbentuk 15 Destana. Untuk tahun anggaran 2024, pihaknya berencana akan membentuk dua Destana tambahan di Desa Kamoning dan Pangelen, Kecamatan Sampang.
“Pemilihan desa tersebut didasarkan pada tingkat kerawanan bencana, khususnya banjir. Kedua desa tersebut sering mengalami banjir,” ungkapnya kepada koranmadura.com pada Senin, 13 Mei 2024.
Menurut Aang Djoenaidi, pembentukan Destana akan disesuaikan dengan anggaran yang tersedia di Kabupaten Sampang.
“Pada tahun ini, BPBD Provinsi Jawa Timur juga memberikan bantuan untuk pembentukan Destana. Ada dua desa di Kecamatan Jrengik, yaitu Desa Margantoko dan Panyepen, yang akan dibentuk Destana oleh BPBD Jatim karena rentan terhadap banjir. Namun, masih ada beberapa desa di Kecamatan Tambelangan dan Jrengik yang belum tersentuh oleh program Destana,” jelasnya.
Aang juga menegaskan bahwa tujuan utama dari pembentukan Destana adalah untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana.
“Meskipun kita berharap tidak ada bencana, namun dengan adanya upaya pencegahan, mitigasi, dan kesiapsiagaan, diharapkan masyarakat bisa menghadapi situasi bencana dengan lebih baik dan mengurangi dampak yang ditimbulkan,” tandasnya. (MUHLIS/DIK)