SUMENEP, koranmadura.com – Sekitar 300 pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mengikuti bimbingan teknis yang diselenggarakan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) RI.
Acara yang bertema “Optimalisasi Penggunaan Produk Dalam Negeri dan Pemberdayaan UMKM pada Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah melalui Katalog Elektronik” ini diadakan di Hotel Kaberaz, Kecamatan Kota Sumenep, pada Rabu, 29 Mei 2024.
Acara ini dihadiri oleh Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, yang dalam sambutannya memaparkan pertumbuhan UMKM di Kabupaten Sumenep yang terus meningkat.
Untuk itu, dia mengajak kepada seluruh pelaku UMKM di wilayahnya untuk memanfaatkan peluang dengan memasukkan produk mereka ke Katalog Elektronik (e-Katalog) guna meningkatkan daya saing dan pemasaran produk lokal secara lebih luas.
E-Katalog merupakan salah satu inovasi yang sangat mendukung perkembangan UMKM. Dengan masuk ke e-Katalog, produk-produk UMKM Sumenep diharapkan akan lebih mudah diakses.
“Sekarang serba memakai E-Katalog pada setiap kegiatan pemerintah. Nah, ketika sudah bergabung, maka penyelenggara cukup memilih di katalog elektronik untuk kebutuhan kegiatan,” tuturnya.
Orang nomor satu di lingkungan Pemkab Sumenep ini juga menekankan pentingnya digitalisasi UMKM dalam rangka meningkatkan daya saing dan perekonomian daerah.
Salah satu upaya untuk mendukung digitalisasi UMKM, menurutnya Pemkab Sumenep memberikan pendampingan bagi pelaku UMKM tentang penggunaan platform e-commerce, pemasaran digital, termasuk manajemen keuangan berbasis teknologi. (FATHOL ALIF/DIK)