SUMENEP, koranmadura.com – Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wangsujodo menegaskan bahwa pengentasan kemiskinan menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Sebagai pelayan masyarakat, Pemkab Sumenep berkomitmen untuk terus bekerja keras memberantas kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program strategis.
“Pemkab terus bekerja keras dalam hal itu. Karena itu prioritas kami sebagai pelayan masyarakat,” ujar orang nomor satu di lingkungan Pemkab Sumenep ini.
Bupati Fauzi menjelaskan bahwa Pemkab Sumenep akan terus melibatkan para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dalam berbagai event yang diselenggarakan.
Langkah ini diambil untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat dengan menciptakan peluang ekonomi dan memperkuat ekonomi lokal.
Selain itu, sambung pria yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Sumenep ini, isu pengentasan kemiskinan selalu dijadikan topik utama dalam setiap rumusan kebijakan bersama DPRD Sumenep.
“Itulah beberapa kebijakan kami dalam menyelesaikan kemiskinan. Dan, yang perlu dipahami, setiap upaya ada proses yang harus dilalui,” jelasnya.
Sekadar diketahui, dalam tiga tahun terakhir, atau sejak kepemimpinan Bupati Fauzi, angka kemiskinan di kabupaten paling timur Pulau Madura terus turun.
Pada tahun 2021 atau di satu tahun kepemimpinannya, angka kemiskinan di Sumenep mencapai 20,15 persen.
Namun, berkat kebijakan-kebijakan yang tepat dan program-program yang terukur, angka tersebut berhasil turun menjadi 18,76 persen pada tahun 2022.
Tren positif tersebut tidak berhenti di situ. Dalam setahun berikutnya, pada tahun 2023, angka kemiskinan Sumenep kembali turun menjadi 18,7 persen. (FATHOL ALIF/DIK)