SUMENEP, koranmadura.com – Ketimpangan ekonomi di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur relatif rendah. Hal itu terpotret dari Indeks Gini Rasio daerah ini di tahun 2023 yang tercatat hanya berada di angka 0.287.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menjelaskan, bahwa Indeks Gini Rasio merupakan salah satu indikator yang digunakn pemerintah daerah untuk mengukur tingkat ketimpangan pendapatan atau distribusi kekayaan di suatu wilayah.
“Dengan gini rasio 0.287, itu artinya tingkat ketimpangan ekonomi di Kabupaten Sumenep tidak tinggi,” ujar orang nomor satu di lingkungan Pemkab Sumenep ini.
Menurutnya, Pemkab Sumenep berkomitmen untuk menjaga tren positif ini. Salah satunya dengan terus menekan tingkat pengangguran terbuka (TPT) yang saat ini terendah di Jawa Timur.
Di sisi lain, untuk menjaga pertumbuhan ekonomi Sumenep yang selalu meningkat dalam tiga tahun terakhir, meski indeks gini rasio rendah, yaitu dengan terus mengembangkan dan memberdayakan sektor UMKM.
Orang nomor satu di lingkungan Pemkab Sumenep ini yakin, bahwa pengembangan sektor UMKM akan mampu memberikan kontribusi signifikan dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Dengan demikian, diharapkan Sumenep tidak hanya mampu menjaga tingkat kesenjangan yang rendah tapi juga bisa terus mendorong laju pertumbuhan ekonomi,” harapnya.
Sekadar diketahui, dalam tiga tahun terakhir, indeks gini rasio Sumenep selalu relatif rendah, yaitu 0.294 di tahun 2021, 0.266 pada 2022, dan 0.287 di tahun 2023 lalu.
Sementara TPT Sumenep selama periode yang sama atau sejak Bupati Fauzi memimpin sebagai bupati, juga terbilang rendah, yaitu 2.31 persen, 1.36 persen, dan 1.71 persen. (FATHOL ALIF/SOE)