PAMEKASAN, koranmadura.com – Bakal calon Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Achmad Baidowi (Awiek), Achmadi, dan Abd Rasyid Fansori, tengah berusaha merebut simpati publik menjelang Pilkada 2024.
Ketiganya, yang merupakan kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP), turun langsung ke lapangan untuk melakukan uji publik sebagaimana diperintahkan oleh partai.
Achmadi, yang akrab disapa Kak Achmadi, telah melakukan sosialisasi sejak dua bulan lalu. Sekretaris DPC PPP ini aktif dalam berbagai kegiatan bersama masyarakat, termasuk memasang baliho di setiap desa. Selain itu, ia juga rutin bersilaturahmi dengan ulama, tokoh masyarakat, kepala desa, kaum milenial, dan generasi Z.
Achmad Baidowi, yang dikenal dengan sapaan Awiek, mulai turun lapangan sejak pekan lalu. Anggota DPR RI dari Fraksi PPP ini fokus bersilaturahmi dan menampung aspirasi masyarakat, termasuk masalah kelangkaan pupuk. Awiek, yang merupakan alumni Ponpes Darul Ulum Banyuanyar, disebut-sebut sebagai figur potensial dan mendapat dukungan besar dari DPW PPP.
Abd Rasyid Fansori, anggota DPRD Pamekasan, juga mulai aktif melakukan konsolidasi dan sosialisasi di wilayah Pantura. Ia berusaha memperkuat basis dukungan melalui pertemuan dengan masyarakat di berbagai daerah.
Ketua DPC PPP Pamekasan, RPA Wazirul Jihad, menyampaikan bahwa selain Achmad Baidowi, Achmadi, dan Rasyid Fansori, ada satu kader lain yang belum turun lapangan, yaitu Halili Yasin.
“Achmad Baidowi, Achmadi, dan Rasyid Fansori sudah berjalan, turun lapangan, sosialisasi ke bawah,” kata Wazirul Jihad, Selasa, 21 Mei 2024.
Menurut Wazirul, semua figur PPP memiliki peluang besar untuk dicalonkan sebagai Bupati Pamekasan. “Partai akan memutuskan setelah konsolidasi Desk Pilkada PPP rampung, baik dengan ulama, parpol, dan para tokoh,” tuturnya.
Rekomendasi PPP diperkirakan akan keluar akhir Mei atau Juni 2024. Saat ini, partai melalui Desk Pilkada sedang fokus pada konsolidasi dengan berbagai pihak.
“Hasil Desk Pilkada dan uji publik akan dilaporkan ke DPW dan DPP. InsyaAllah, rekomendasi PPP segera turun dari DPP,” tambahnya. (SUDUR/DIK)