BANGKALAN, koranmadura.com – Sebuah Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Arosbaya, Bangkalan, Madura, Jawa Timur menjadi korban pemerasan oleh seorang oknum yang mengaku wartawan. Oknum tersebut mempermasalahkan kegiatan study tour yang digelar oleh pihak sekolah.
Menurut pengakuan kepala sekolah SD di Arosbaya, yang enggan disebutkan identitasnya, oknum wartawan tersebut datang ke sekolah dan mempertanyakan detail kegiatan study tour.
“Awalnya, dia datang ke sekolah kami dan menanyakan perihal study tour yang kami laksanakan,” ujarnya.
Sepulang dari sekolah, oknum yang mengaku wartawan itu menulis narasi yang dipublikasikan di media. Narasi tersebut menggambarkan seolah-olah sekolah melakukan pelanggaran dengan mengadakan study tour di jam sekolah.
“Padahal, study tour yang kami lakukan sudah mendapat izin dari berbagai pihak, termasuk dinas pendidikan, komite sekolah, dan orang tua siswa,” tambahnya.
Oknum wartawan itu juga mengancam akan membuat berita tersebut viral di media sosial. Ia menawarkan untuk men-takedown berita tersebut jika pihak sekolah membayar sejumlah uang.
“Kami tidak mau bayar karena kami yakin kegiatan study tour ini sudah mengikuti aturan yang berlaku dan sudah mendapat izin dari semua pihak terkait,” tegasnya.
Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan, Muhammad Yakub, mengatakan bahwa selama study tour tersebut sudah mengikuti ketentuan yang berlaku, maka sekolah boleh melaksanakannya.
“Study tour tidak boleh memberatkan orang tua, harus bermanfaat, menambah wawasan siswa, serta prasarana seperti kendaraan harus terjamin dan layak beroperasi,” jelasnya, Senin, 27 Mei 2024
Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Bangkalan, Abdurrahem, menyayangkan praktik pemerasan oleh oknum yang mengaku wartawan tersebut. Ia menegaskan bahwa pihak sekolah tidak perlu takut menghadapi intimidasi semacam itu.
“Kalau perlu, rekam dan video oknum yang mengaku wartawan itu, lalu viralkan di media sosial,” sarannya. (MAHMUD/DIK)