Nabi Muhammad tidak hanya sekedar beretorika, beliau tunjukkan aksi langsung membebaskan tawanan perang yang dapat membaca, dengan kompensasi keharusan mengajar. Bisa bebas sebagai tawanan dengan mengajar membaca. Sebuah kesadaran urgensi pendidikan yang luar biasa.
Apapun alasannya, menyebut segala sesuatu terkait pendidikan sebagai tersier alias pelengkap adalah tragedi berpikir memalukan. Apalagi ketika fakta dan realitas ternyata justru berada dalam kondisi sebaliknya: untuk masuk kerja hampir semua mensyaratkan tamatan pendidikan tinggi, kok menyebut pendidikan tinggi tersier.
Page 2 of 2