PAMEKASAN, koranmadura.com – Puluhan pemuda yang terlibat dalam aksi balap liar pada Sabtu, 25 Mei 2024, digiring ke Markas Polres (Mapolres) Pamekasan, Madura, Jawa Timur, dengan berjalan kaki. Mereka menuntun sepeda motor mereka dari depan Kantor Bupati setempat sejauh dua kilometer.
Kapolres Pamekasan, AKBP Jazuli Dani Iriawan, melalui Kepala Seksi Humas, AKP Sri Sugiarto, menyatakan bahwa 33 unit sepeda motor beserta pengendaranya langsung digiring dengan berjalan kaki dari Jalan Kabupaten menuju Mapolres Pamekasan.
“Sepeda motor yang kami amankan diduga terlibat dalam aksi balap liar dan tidak sesuai standar, seperti menggunakan knalpot brong dan tidak melengkapi surat-surat,” jelas AKP Sri Sugiarto.
AKP Sri, panggilan akrab Sri Sugiarto, menjelaskan bahwa para pemuda tersebut terpaksa diamankan karena aksi mereka mengancam keselamatan diri mereka sendiri dan pengendara lain.
“Balap liar yang dilakukan di jalan utama tersebut juga mengganggu aktivitas masyarakat dan cukup meresahkan. Oleh karena itu, para pemuda ini diamankan ke Mapolres untuk diberi penyadaran agar menghentikan kegiatan negatif tersebut,” tambahnya.
“Tujuan kami membawa mereka ke Mapolres adalah agar mereka sadar bahwa apa yang mereka lakukan berbahaya dan mengganggu,” pungkas AKP Sri Sugiarto. SUDUR/G. MUJTABA/DIK)